Market hari ini dari Waterfront

7:32 AM | August 31, 2016 BERITA No Comments

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Selasa 30 Agustus 2016 ditutup melemah 0,16% pada level 5362. Sektor industri dasar mengalami pelemahan terbesar. Investor asing net sell Rp766,3 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup melemah akibat koreksi pada saham Apple, namun penguatan pada saham sektor keuangan mengurangi pelemahan indeks. Pelemahan saham Apple disebabkan oleh adanya berita bahwa Komisi Eropa perusahaan itu untuk membayar pajak senilai USD14,5 miliar kepada pemerintah Irlandia. Sementara itu indeks keyakinan konsumen AS pada bulan Agustus meningkat pada level tertinggi selama 11 bulan terakhir pada 101,1 dari bulan sebelumnya 96,7, serta lebih baik dibandingkan estimasi 97. Indeks harga rumah 20 kota besar di AS bulan Juni naik 5,1%, setelah bulan sebelumnya naik 5,3%. Data ekonomi AS akhir

akhir ini menunjukkan perbaikan yang semakin menguatkan potensi kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.hari Jumat akan dirilis data nonfarm payrolls dan unemployment rate yang diperkirakan akan semakin meningkatkan potensi kenaikan suku bunga pada tahun ini. Adanya indikasi kenaikan suku bunga disaat ekonomi membaik direspon positif oleh saham sektor keuangan. IHSG hari ini diperkirakan bergerak mixed. IHSG diperkirakan bergerak dikisaran level 5340 – 5456

 

News & Analysis

PTPP Bentuk Perusahaan Patungan Rp12,37 Miliar

PT PP (persero) Tbk (PTPP) membentuk perusahaan patungan bersama Yayasan Kesejahteraan Karyawan Pembangunan Perumahan, yaitu PT Pembangunan Perumahan Infrastruktur. Perseroan mengumumkan bahwa pada 26 Agustus 2016 perseroan dan Yayasan Kesejahteraan Karyawan Pembangunan Perumahan telah melakukan penyertaan saham dalam suatu perusahaan patungan bernama PT Pembangunan Perumahan Infrastruktur. Nilai penyertaan saham perseroan dalam PP Infrastruktur adalah sejumlah 12.375 saham atau mewakili 99% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor dalam PP Infrastruktur dengan nilai nominal Rp12,37 miliar.

PPRO Akuisisi 55% Saham Wisma Seratus Sejahtera

PT PP Properti Tbk (PPRO) terus mengembangkan usaha dengan melakukan pembelian saham PT Wisma Seratus Sejahtera (WSS). PPRO membeli 49.500 saham atau sebesar 55% milik WSS dengan harga per saham Rp1 juta, sehingga total nilai transaksi aksi akuisisi tersebut mencapai Rp49,5 miliar. Akuisisi ini merupakan salah satu bagian dari rencana ekspansi perseroan untuk terus meningkatkan kinerja PPRO ke depannya. Aksi ini juga merupakan bagian dari rencana pembangunan apartemen di Jalan Margonda, Depok Jawa Barat.

Pefindo Pertahankan Peringkat JPFA Pada idA

Pefindo mempertahankan peringkat PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) dan Obligasi Berkelanjutan I Japfa pada idA. Prospek untuk peringkat perusahaan direvisi menjadi positif dari stabil. Hal ini mencerminkan ekspektasi Pefindo atas membaiknya profil keuangan perusahaan yang dapat berlanjut dalam jangka menengah. Hal tersebut didasari oleh kemungkinan pencapaian EBITDA yang lebih kuat karena harga komoditas impor yang lebih rendah ditengah apresiasi rupiah dan membaiknya marjin pada bisnis anak ayam usia sehari. Pefindo menilai perusahaan dapat meningkatkan struktur modalnya melalui tambahan modal dari Kohlberg Kravis Robers & Co sebesar Rp700 miliar pada bulan Agustus 2016 yang akan digunakan untuk melunasi utang perusahaan.

ETWA Targetkan Produksi CPO 12 Ribu Per Ton

PT Eterindo Wahanatama Tbk (ETWA) tengah meningkatkan bisnis kebunnya pada tahun ini. Lesunya penjualan di sektor biodiesel memaksa perusahaan untuk dapat melakukan langkah strategis guna menyelamatkan kinerja keuangannya dari kondisi merugi. Perseroan berniat meningkatkan hasil produksi kebun sawitnya dari 7.800 ton per tahun menjadi 12 ribu ton per tahun. Melalui langkah itu, diharapkan produksi biodieselnya juga dapat meningkat ke angka positif. Sampai dengan akhir tahun 2015, perseroan memilki luas lahan tertanam sebesar 8.300 ha, padahal HGU yang dimiliki ETWA lebih dari 20 ribu ha. Berarti, perseroan masih memilliki kesempatan untuk menambah luasan lahan tertanamnya.

BUMI Jual Anak Usaha Untuk Bayar Utang

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengumumkan penjualan 50% saham anak usaha perseroan, Leap Forward Resources Ltd. untuk pembayaran utang. Leap Forward Resources merupakan anak usaha perseroan melalui PT Bumi Resources Investment. Penjualan saham dilakukan kepada Smart Alliance Limited. Nilai transaksi secara keseluruhan mencapai USD90 juta. Tujuan transaksi untuk pembayaran sebagian utang perseroan oleh BRI kepada salah satu kreditor perseroan. Leap Forward bergerak di bidang produksi dan penjualan batu bara, terutama di Tambang Buluk Seng, Tambang Gunung Sari, dan Tambang Ulung yang terletak di Kalimantan Timur.

MDRN Mencatatkan Rugi Bersih Rp52,4 Miliar

PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meraih penjualan bersih Rp455,27 miliar hingga Juni 2016 turun 31,3% YoY dari Rp662,53 miliar. Laba bruto turun menjadi Rp154,33 miliar dari Rp268,59 miliar dan rugi operasi diderita Rp2,60 miliar setelah meraih laba operasi Rp67,76 miliar. Rugi sebelum pajak tercatat Rp51,80 miliar usai meraih laba sebelum pajak Rp21,95 miliar dan rugi periode berjalan Rp52,42 miliar usai meraih laba periode berjalan Rp15,11 miliar hingga Juni tahun lalu

 

Stock Pick

KLBF

Support pada level 1740 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin KLBF ditutup menguat pada 1780.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 1800

BMRI

Terlihat kuat pada support di level 11100 kemarin saham BMRI ditutup menguat pada level 11275.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 11400

TLKM

Terlihat kuat pada support di level 4130 kemarin saham TLKM ditutup menguat pada level 4170.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 4220

WSKT

Terlihat kuat pada support di level 2730, kemarin saham WSKT ditutup menguat pada level 2780.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 2810

ICBP

Support pada level 9500 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin ICBP ditutup melemah tipis pada 9700.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 9800

BBNI

Support pada level 5725 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin BBNI ditutup menguat pada 5825.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 5900


Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia