News Update 19/4/16

11:35 AM | April 19, 2016 BERITA No Comments

* Banking Sectore: Limited Impact from Change in BI Reference Rate.

Bank Indonesia akan mengganti suku bunga acuan menjadi suku bunga reverse repo 7 hari (BI 7RRR), mulai efektif pada 19 Aug16. Ketika OJK belum memusutkan suku bunga maksimal untuk bunga bank, kami meyakini tidak ada pergantian suku bunga dalam jumlah besar dan dampaknya akan netral untuk perbankan.

Kami masih tetap merekomendasi NEUTRAL untuk sektor bank dan karena kenaikan pinjaman tidak lancar (NPL) dan penurunan margin.

***

New central bank benchmark rate. Bank Indonesia baru mengumumkan bahwa mereka mengganti suku bunga acuan dari BI rate menjadi (BI 7RRR), efektif 19 Aug16.

Rencana itu akan menurunkan suku bunga acuan menjadi lebih rendah dan mendekati suku bunga antar bank harian 4,8%, sejalan dengan praktik yang dilakukan bank sentral negara lain. Saat ini, 7RRR adalah 5,50%, sedangkan BI rate 6,75%, setara dengan suku bunga antar bank 12 bulan.

OJK needs to change their ceiling rates. Seluruh bank kategori BUKU 4 (modal utama >Rp30 triliun) dan BUKU 3 (modal utama Rp5 triliun-Rp30 triliun) diwajibkan memiliki suku bunga pinjaman maksimal BI rate +75bps-100bps, atau 7,50%-7,75% pa.

Dengan BI rate yang tidak akan ada lagi di kemudian hari, OJK perlu menggunakan acuan baru naik 7RRR atau suku bunga lain. Yang perlu kami konfirmasi adalah OJK akan menetapkan premium yang sama untuk menetapkan batas maksimal bunga atau mengubahnya (menurunkan atau menaikkannya).

Jika mereka menggunakan suku bunga acuan baru dan dengan premium yang sama, bank akan mengalami penurunan cost of fund secara substansial sebesar 125bps.

Meskipun demikian, bank sentral telah menyatakan bahwa OJK akan menggunakan SBI 12 bulan (saat ini 6,75%), setara dengan posisi BI rate saat ini, sebagai dasar bagi batas bunga simpanan, jika tidak ada perubahan pada tingkat bunga.

Implication to the banking industry. Kami meyakini dampaknya akan NEUTRAL ke perbankan. Ketika ada kesempatan bunga simpanan akan diturunkan karena pergantian suku bunga acuan, BI menyatakan bahwa kemungkinan OJK masih menggunakan bunga SBI 12-bulan untuk sehingga dapat menjaga suku bunga yang sejalan dengan pergerakan suku bunga acuan.

Suku bunga penjaminan LPS (untuk simpanan <Rp2 miliar di bank) untuk commercial banks yaitu 7,25%, dengan suku bunga maksimal yang ditetapkan oleh OJK untuk simpanan dalam jumlah besar yaitu 7,75%.

Concerns over deposits shifting to bonds overstated. Terhadap kekhawatiran adanya pengalihan dari simpanan besar ke pasar obligasi, terutama surat utang negara (SUN), yang menawarkan yield 7,4% untuk tenor 10 tahun, dan obligasi korporasi dengan yield yang lebih besar.

Akan tetapi, ukuran pasar SUN senilai Rp1.473 triliun hanya berporsi 82% dari total deposito berjangka rupiah dan total ukuran pasar obligasi Rp1.727 triliun hanya 96% dari total deposito berjangka. Jumlah tersebut membuat sempit ruang pergerakan untuk pengalihan dari deposito berjangka ke pasar obligasi karena ukurannya yang serupa.

Menurut kami, yang akan terjadi adalah permintaan obligasi yang naik, meningkatkan nilai mereka dan lebih menurunkan yield dibandingkan dengan suku bunga simpanan.

Pemerintah akan tetap menerbitkan obligasi baru, tetapi tidak akan cukup memuaskan peminatnya, dan masih tergantung dari suku bunga baru OJK untuk simpanan besar, sehingga kami tidak melihat adanya pengalihan signifikan dan kekhawatiran terhadap masalah likuiditas tidak terjadi.

Deposit structure – Berdasarkan data LPS, total simpanan dana pihak ketiga (DPK) perbankan Rp4.402 triliun pada Dec15, dan 84% di antaranya adalah simpanan rupiah Rp3.723 triliun.

Dari jumlah tersebut, 49% (Rp1.812 triliun) merupakan simpanan rupiah dengan nilai >Rp2 miliar (11% atau Rp411 triliun dengan simpanan Rp2 miliar-Rp5 miliar dan 38% atau Rp1.402 triliun dengan jumlah simpanan >Rp5 miliar). Meskipun ukuran simpanan >Rp5 miliar lebih mirip dengan pasar obligasi pemerintah.

Expect rates to decline. Kami telah memfaktorkan penurunan suku bunga pada bunga simpanan dan bunga kredit sekitar 75bps-100bps pa pada 2016-2017. Di sampaing tekanan pemerintah kepada perbankan untuk menurunkan suku bunga, ekspektasi inflasi yang lebih rendah juga dapat menekan suku bunga.

Di tengah skenario suku bunga yang turun, bank biasanya akan mengalami ekspansi margin sementara karena mereka menurunkan cost of funds beberapa bulan sebelum menurunkan bunga kredit. Meskipun demikian, kami memprediksi penurunan rerata margin 20bps di industri pada 2016 dan 30bps lagi pada 2017, dan membuat penurunan suku bunga yang lebih tajam, seperti yang diantipasi oleh otoritas.

Maintain Neutral on banking. Saat ini, kami masih tetap merekomendasi NEUTRAL untuk sektor perbankan karena adanya risiko kredit bermasalah dalam beberapa bulan ke depan plus margin yang turun. Hal itu dapat membatasi pertumbuhan laba industri, yang kami prediksi 7% tahun ini.

Kami masih menetapkan BBNI (TP Rp6.000) dan BBTN (TP Rp2.100) sebagai top picks di sektor perbankan. Pelemahan harga saham BBRI (TP Rp12.000) baru-baru ini membuat valuasinya atraktif pada level harga saat ini, meskipun kami tetap merekomendasi NEUTRAL untuk sekarang ini. (Tjandra Lienandjaja, Priscilla Thany/Riset Mandiri Sekuritas)

* Banking data for February 2016.

Loan growth: +8.2% YoY pada Februari, turun dari 9,6% YoY pada Januari. Dengan menyesuaikan pertumbuhan dengan nilai tukar yang konstan dalam 1 tahun terakhir, total pertumbuhan kredit hanya 7,6% YoY, dibandingkan dengan 8,2% YoY pada Januari.

Berdasarkan nilai tukar, kredit rupiah sebesar 10,9% YoY pada Februari, turun dari 11,6% pada Januari sedangkan kredit valas dalam dolar AS masih turun -8,4% YoY dari -8,2% YoY pada Januari karena kreditur berlanjut menukar kredit dolar AS menjadi rupiah. Dalam hal penggunaannya, kredit investasi masih menjadi yang tumbuh tertinggi 12,8% YoY, turun dari 14% YoY.

Deposit growth: +6,9% YoY pada Februari, naik dari 6,8% YoY pada Januari.

Liquidity: Karena ada kombinasi dari pertumbuhan kredit yang melambat dan pertumbuhan simpanan yang lebih tinggi, level rasio kredit terhadap simpanan (LDR) turun menjadi 89,4% pada Februari dari 90,8% pada Januari.

Asset quality: kredit tidak lancar (NPL) industri kembali memburuk karena level NPL naik menjadi 2,87% pada Februari dari 2,73% pada Januari dengan level kredit special mention (kategori 2) juga naik menjadi 6,25% dari 5,97% pada Januari.

Profitability: dengan implementasi kebijakan suku bunga kredit satu digit OJK untuk menurunkan margin bunga bersih (NIM) dan rasio beban terhadap pendapatan, NIM industri turun 16bps menjadi 5,47% vs. 5,63% pada Januari.

Capital: rerata rasio kecukupan modal (CAR) berlanjut membaik menjadi 21,9% pada Februari dari 21,7% pada Januari.

Maintain Neutral on banks. Kami mengantisipasi penurunan kualitas aset dalam beberapa bulan ke depan dengan kisaran 3%.

Kami masih menetapkan BBNI (TP Rp6.000) dan BBTN (TP Rp2.100) sebagai top picks di sektor perbankan. Pelemahan harga saham BBRI (TP Rp12.000) baru-baru ini membuat valuasinya atraktif pada level harga saat ini, meskipun kami tetap merekomendasi NEUTRAL untuk sekarang ini. (Tjandra Lienandjaja, Priscilla Thany/Riset Mandiri Sekuritas)

* PT Bumi Serpong Damai Tbk: Solid marketing sales achievement in 1Q16 (BSDE, Rp1.850, BUY, TP Rp2.200).

Solid marketing sales achievement. BSDE membukukan 18% dari target marketing sales tahun ini Rp6,9 triliun, yaitu Rp1,2 triliun. Marketing sales itu turun 46% YoY dari tahun lalu, karena peluncuran produk tahun lalu lebih agresif pada 1Q15.

New project launches in upcoming quarters. Kami menilai perusahaan lebih percaya diri pada peluncuran proyek ke depannya, karena perusahaan akan meluncurkan proyek proyek Jagir (Surabaya) pada Mei.

Maintain Buy. Kami masih tetap merekomendasi BUY untuk BSDE dengan TP Rp2.200. Saat ini saham perseroan sedang ditransaksikan di pasar dengan valuasi 59% terdiskon terhadap nilai aset bersih (NAV) dan rasio harga terhadap laba (P/E ratio) FY16F sebesar 12,3x. (Liliana S Bambang/Riset Mandiri Sekuritas)

* Utang publik mempercepat pertumbuhan utang luar negeri pada Feb16. Bank Indonesia melaporkan 3,7% YoY pertumbuhan utang eksternal menjadi US$ 311,5 miliar pada Feb16. (Bank Indonesia)

* Rasio Gini Indonesia menurun untuk pertama kalinya dalam empat tahun pada Sep15 ke 0,40 dari 0,41 pada Mar16. Pemerintah membidik rasio 0,39 tahun ini. (The Jakarta Post)

* Peraturan-peraturan tentang servis digital finance (LKD) akan dikeluarkan pada 1H16. Peraturan baru itu akan memperbolehkan bank BUKU III untuk mengoperasikan servis digital finance mereka sendiri. (Bisnis Indonesia)

* Proyek reklamasi teluk Jakarta dikenakan moratorium. Sebuah tim yang terdiri dari menteri-menteri akan dibuat untuk mendiskusikan isu ini. (Kontan)

* PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI, Rp10.200, Neutral, TP Rp12.000) akan membuka cabang di Timor Leste tahun ini. BBRI juga berencana membuka cabang di Thailand. (Bisnis Indonesia)

* PT Adaro Energy Tbk (ADRO, Rp685, Neutral, TP Rp690) tertarik membeli IndoMeat Coal dari BHP Billiton. Saat ini, 75% saham di IndoMeat Coal dipegang BHP Billiton sedangkan 25% dipegang ADRO. (Kontan)

* Pengadilan Indonesia menyetujui ekstensi pembayaran utang PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO, Rp2.000). Pembayaran utang akan diperpanjang selama 60 hari lagi sampai 17 Jun16. Ekstensi ini adalah yang kedua kalinya (yang pertama pada 17Feb16). Total obligasi utang emiten sebesar Rp6 triliun. (Bisnis Indonesia)

* PT Waskita Karya Tbk (WSKT, Rp2.200, Buy, TP Rp2.540) akan mengakuisisi jalan tol Kayu Agung-Palembang-Betung. Saat ini, WSKT sedang menunggu persetujuan dari Kementerian Pekerjaan Umum untuk membangun tol senilai Rp14,4 triliun itu. (Kontan)

* PT Bursa Efek Indonesia mensuspensi perdagangan saham PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL, Rp213) di pasar reguler dan tunai hari ini. Otoritas bursa menghimbau kepada pihak yang berkepentingan untuk memperhatikan keterbukaan informasi emiten. (Pengumuman IDX)

* PT Tambang Batu Bara Bukit Asam Tbk (PTBA, Rp7.225, Buy, TP Rp7.500) menjaga margin laba bersih 15% tahun ini, naik tipis dibandingkan 14,8% tahun lalu. Emiten akan melakukan penetrasi di pasar ekspor; Bangladesh, Pakistan, dan Myanmar untuk mendiversifikasikan pembeli-pembeli batu bara. (Bisnis Indonesia)

* RUPS PT Adaro Energy Tbk (ADRO, Rp685, Neutral, TP Rp690) menyetujui pembagian dividen tunai tahun buku 2015 sebesar Rp981,3 miliar atau 49% dari total laba bersih 2015. (Bisnis Indonesia)

* Relaksasi pemilikan properti asing dinilai tidak akan berdampak signifikan terhadap prapenjualan emiten properti (Bisnis Indonesia)

* Harga emas kembali mengilap seiring dengan bertumbuhnya permintaan terhadap aset yang aman akibat perundingan antar produsen minyak di Doha, Qatar untuk memangkas pasokan menemui jalan buntu. (Bisnis Indonesia)

* Citibank N.A Indonesia masih enggan merencanakan akuisisi bank di Indonesia maupun membentuk badan usaha perseroan terbatas. (Bisnis Indonesia)

* Jumlah kantor cabang perbankan mengalami tren penurunan sejalan dengan gencarnya dorongan untuk melakukan efisiensi operasional. (Bisnis Indonesia)

* Hingga kuartal I/2016, nilai kontrak baru yang dibukukan empat BUMN konstruksi mencapai Rp19,79 triliun, tumbuh 18% YoY. (Bisnis Indonesia)

* Rata-rata cost of fund bank turun dari 6,98% menjadi 6,85% pada kuartal I/2016 merespons pemangkasan BI rate dari 7,5% menjadi 6,75%. (Bisnis Indonesia)

* Produsen produk konsumer menolak rencana pengenaan cukai plastik karena pemerintah dinilai tidak memiliki alasan legal maupun ekonomi mengajukan kenaikan penerimaan cukai dalam rancangan APBN-P 2016. (Bisnis Indonesia)

* PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM, Rp3.620, Buy, TP Rp3.800) dan PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN, Rp2.705, Sell, TP Rp2.200) bekerja sama untuk memberikan layanan keuangan kepada masyarakat di perdesaan. (Investor Daily)

* Sebanyak 87% ekspor sawit sepanjang kuartal I/16 merupakan produk olahan minyak sawit dan sisanya berupa bahan mentah. (Investor Daily)

* PT Aneka Tambang Tbk (ANTM, Rp695, Neutral, TP Rp500) akan membentuk Joint Venture dengan Ferrostaal dan Cronimet Corporation untuk memproduksi nickel pig iron di Pomalaa, Sulawesi Tenggara. Antam akan memiliki 25% saham pada proyek senilai US$800 juta tersebut. (Investor Daily)

* PT Bentoel Internasional Investama Tbk (RMBA, Rp455) akan melakukan penawaran umum terbatas (PUT) III dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) maksimal senilai Rp13,99 triliun. (Investor Daily)

* Industri otomotif Indonesia mulai menghitung efek gempa di Jepang terhadap pasokan suku cadang dari Jepang. Toyota Motor Co menghentikan aktivitas produksi mereka di Jepang selama sepekan. (Kontan)

* Per Feb16, non-peforming loan (NPL) bank umum naik 38 bps (ytd) mendekati 3%. (Kontan)

* PT Trisula International Tbk (TRIS, Rp274) berencana menambah kongsi merek internasional Prada dan Bonita dan membidik pakaian kasual untuk pasar ekspor. (Kontan)

* Tren penurunan bunga pasca BI memangkas suku bunga acuan mendorong sejumlah multifinance mencari sumber pendanaan dari bank. (Kontan)

Source: Mandiri Sekuritas