BNIS Economic & Debt Market Daily Report of February 05, 2016

8:58 AM | February 5, 2016 BERITA No Comments

Economist : Heru Irvansyah
FI Analyst : Robitirtanto

•Sekretaris Kabinet (Seskab) Promono Anung mengungkapkan pemerintah akan mengumumkan Paket Kebijakan Ekonomi X pecan depan, sebelum Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertolak ke Amerika Serikat. Promono mengatakan, Paket Kebijakan Ekonomi IX yang diumumkan pemerintah belum lama ini terdiri atas tiga poin yaitu berkaitan dengan percepatan pembangunan infrastruktur tenaga listrik, stabilisasi harga daging, dan peningkatan sector logistic desa dan kota. Sementara itu, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution menuturkan, untuk mempercepat pembangunan infrastruktur tenaga listrik, pemerintah akan mengeluarkan peraturan presiden (perpres).

•Pemerintah berupaya meningkatkan kepatuhan wajib pajak (WP) sebagai strategi untuk mengoptimalisasi penerimaan pajak tahun ini. Rasio pajak terhadap produk domestik bruto (PDB) atau tax ratio yang beberapa tahun terakhir cenderung stagnan di kisaran 11-12%, akan dinaikkan menjadi 12,2%. Rasio pajak tahun lalu hanya mencapai 10,9% dengan rincian penerimaan perpajakan Rp 1.235,8 triliun dan PDB yang berada di sekitar Rp 11.350 triliun. Rasio ini lebih rendah disbanding tahun sebelumnya yang mencapai 11,9%.

•Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan, realisasi penerimaan bea dan cukai Januari 2016 mencapai Rp 3,9 triliun atau sekitar 2,1% dari target 2016 sebesar Rp 186,5 triliun. Kontribusi terbesar berasal dari pos bea masuk Rp 2,6 triliun.

•Kurva yield obligasi negara kembali membentuk pola bullish di perdagangan obligasi Kamis (04/02), seluruh seri di semua tenor mengalami penurunan yield. Rata-rata yield secara keseluruhan turun sebesar (-5.20bps). Obligasi dalam kelompok tenor pendek rata-rata mengalami penurunan sebesar (-8.45bps), dan obligasi dalam kelompok tenor menengah mengalami penurunan rata-rata sebesar (-4.90bps) sementara kelompok tenor panjang mencatatkan penurunan rata-rata sebesar (-3.18bps).

•Volume transaksi outright tercatat sejumlah Rp9.4tn turun dibandingkan dengan volume transaksi di hari sebelumnya yang sebesar Rp13.82tn. FR0070 menjadi obligasi dengan volume tertinggi yang di transaksikan dengan jumlah Rp1.42tn, volume transaksi tertinggi berikutnya adalah FR0056 dengan volume Rp1.41tn. Sementara obligasi dengan frekuensi terbanyak yang di transaksikan adalah ORI012 dengan 160x transaksi dengan volume Rp402bio.

•Obligasi seri benchmark pada perdagangan Kamis (04/02) mengalami kenaikan di semua seri. Di akhir hari, FR0053 ditutup pada harga 101.00 (+5bps), FR0056 ditutup di harga 102.25 (+50bps), FR0073 ditutup pada harga 103.25 (+60bps) sementara FR0072 ditutup pada harga 98.50(+25bps).

DER 20160205.pdf