Laris Sejak 2007, Tahun ini Penjualan Iphone Melambat

6:06 AM | February 4, 2016 Sektoral No Comments

Putaran roda iPhone sebagai mesin pencetak uang bagi Apple akhirnya melambat juga. Perusahaan Teknologi raksasa itu mengumumkan hanya menjual 74.8 Juta unit iPhone selama kuartal liburan tahun lalu. Angka ini nampak mengesankan dalam standar penjualan umum, tapi tidak bagi Apple. Pasalnya, angka penjualan itu cuma naik 0,4% dari tahun sebelumnya. Ini jadi catatan peningkatan paling lesu dalam sejarah penjualan iPhone, terhitung sejak perangkat itu diluncurkan pada tahun 2007.

Melongok kondisi ini, Apple bahkan memprediksi penghasilan penjualan bisa melorot sampai kisaran USD 50-53 Juta di kuartal mendatang. Bahkan Apple sudah pasang ancang-ancang untuk menghadapi resiko anjloknya penjualan sampai kisaran USD 58 Juta. Ini menandai penurunan penjualan untuk pertama kalinya dalam 13 tahun kejayaan Apple. CEO Apple Tim Cook menyatakan bahwa salah satu faktor paling berpengaruh adalah perlambatan ekonomi di China, pasar kunci bagi Apple. Pernyataan ini seolah membuat perusahaan teknologi raksasa ini  bersiap mentok di puncak pertumbuhan, setidaknya untuk saat ini.

Pada konferensi dengan para analis pada 26 Januari 2016, CEO Apple Tim Cook mengakui bahwa masalah di Cina membuat perusahaan yang ia pimpin harus memperbaharui kinerja di negeri tirai bambu itu. “Kami mulai melihat beberapa tanda-tanda pelemahan ekonomi di China awal bulan ini, terutama di Hong Kong,” kata Cook. Meski demikian ia menambahkan, “Jujur saja, kami tetap sangat yakin bahwa China masih sangat jauh dari masalah ekonomi yang lebih buruk “.

Dalam konfrensi pers itu, Cook menyebut bahwa Apple juga lagi terganggu oleh kondisi di Brazil, Rusia, Jepang, dan Kanada. Namun ia juga melengkapi pernyataan itu dengan berjanji untuk tetap berinvestasi dalam kondisi itu dan tak akan mengubah manajemen operasional perusahaan demi menghemat biaya.

Mengimbangi kondisi di China, Apple menekankan rencana untuk bertaruh dengan investasi di India. Di negeri bollywood ini Apple mengalami pertumbuhan penjualan yang kuat, bahkan berencana membuka toko ritel.

Berusaha Bangkit

Dari semua produk Apple yang banyak digembar-gemborkan, mulai Apel Watch generasi kedua, iPad yang lebih besar, mobil listrik yang rame dikabarkan, tetap saja produksmartphone, yang menyumbang pundi pendapatan perusahaan. Bahkan muncul istilah “Selama Iphone laku, Apple tetap ada”.

Selama kuartal liburan tahun 2014, Apple menjual 74.5 Juta unit iPhone. Permintaan konsumen pada iPhone 6 dan iPhone 6 Plus devices yang paling mempengaruhi. Saat itu Tim Cook mengatakan bahwa Apple menyiapkan “ibu dari semua pemutakhiran”. Sayangnya tak ada perubahan berarti pada iPhone 6S dan 6S Plus. Publik percaya ini mempengaruhi pertumbuhan penjualan iPhone yang alhasil datar itu.

Lini penjualan produk Apple lainnya juga tak jauh lebih baik. Apple hanya mampu menjual 16,1 juta iPads pada kuartal liburan, anjlok dari 21,4 juta unit di tahun sebelumnya. Bahkan promosi heboh iPad Pro tidak bisa menghentikan penurunan penjualan tablet canggih itu. Dan meski ada peningkatan penjualan Apple Watch, tapi Apple menolak mengungkapkan nomor resmi capaian penjualan smartwatch tersebut.

Dalam minggu-minggu menjelang pengumuman laba kuartalan, analis dan supply chain reports memperingatkan perlambatan penjualan iPhone saat pasar smartphone sedang mencapai titik jenuh. Belum lagi fakta bahwa Apple berada di antara siklus peningkatan produk utama.

Apple_s_13-year_winning_streak_ends_now_-_2016-01-28_16.12.23

Kombinasi melorotnya penjualan Iphone dan kekhawatiran tentang ekonomi di Cina, bikin Apple makin bergantung pada hoki pertumbuhan penjualan di masa depan. Gara-gara ini, banyak investor mulai menjual saham Apple-nya beberapa pekan terakhir ini. Tak lain karena mengangap Apple dalam kondisi tak pasti dan mengarah ke penurunan. Menurut data milik FactSet, sebuah perusahaan riset keuangan, nilai pasar Apple telah menurun lebih dari USD 30 Juta (atau 5,5%) hanya dalam beberapa minggu pertama di tahun 2016. Sementara nilai saham perusahaan turun 2% usai jam perdagangan menyusul laporan laba dan konferensi CEO Apple Tim Cook dengan para analis.

Sumber: sikini.com, mashable.com