5 kontraktor bersaing dapatkan tol Batang-Semarang, anak usaha Provident Agro kembali beroperasi

6:53 PM | January 28, 2016 BERITA No Comments

Lima Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) akan bersaing ketat untuk mendapatkan konsesi pembangunan proyek Jalan Tol Batang-Semarang. Kelimanya adalah PT Bangun Tjipta Sarana, PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP, Rp3.940, BUY, TP Rp4.560), Konsorsium Plus Expressway International Bhd, PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA, Rp590)-PT Saratoga Investama Sedaya, Konsorsium China Harbour Indonesia-PT Lancar Jaya Mandiri Abadi, serta Konsorsium PT Jasa Marga Tbk (JSMR, Rp5.700)-PT Waskita Toll Road. (Kontan.co.id)

* Pemerintah melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tengah menawarkan diversifikasi investasi di sektor pariwisata di sektor pariwisata kepada investor Jepang. sektor pariwisata yang dipromosikan ialah hotel dan restoran. Keduanya dipromosikan karena sudah memiliki pasar tersendiri yakni wisatawan yang berasal dari Jepang. Menurut Franky, sektor pariwisata termasuk sektor prospektif ditandai dengan kenaikan realisasi investasi mencapai 48,9 persen atau senilai Rp49,6 triliun.(Okezone.com)

* PT Langgam Inti Hibrindo, anak usaha PT Provident Agro Tbk (PALM, Rp425), kembali beroperasi pasca pencabutan suspensi izin oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Corporate Secretary Provident Agro Devin Antonio Ridwan menuturkan sanksi pembekuan izin PT Langgam Inti Hibrindo dijatuhkan Kementerian LHK pada 21 September 2015 seiring dugaan pembakaran lahan dan hutan oleh korporasi. pada 25 Januari 2016, sanksi tersebut dicabut lewat SK Menteri LHK No.SK39/2016. SK tersebut menyebutkan izin lingkungan PT Langgam Inti Hibrindo dinyatakan berlaku kembali. (Bisnis.com)

* Steering committee pemegang obligasi Berau Coal Energy (BCE) alias PT Berau Coal Energy (BRAU) bersiap menolak moratorium perpanjangan yang diajukan Sinar Mas Group. Sebelumnya, Sinar Mas Group memang memiliki perjanjian restrukturisasi (RSA) untuk obligasi jatuh tempo 2015 sebesar US$450 juta dan obligasi jatuh tempo 2017 sebesar US$500 juta. RSA tersebut gugur sejak Sinar Mas Group batal memberikan suntikan dana US$150 juta ke BCE. (Inilah.com)