Ringkasan berita media hari ini

7:07 PM | January 26, 2016 BERITA No Comments

* BUMN pelayaran samudera PT Djakarta Lloyd (Persero) mulai melakukan transformasi usaha dengan fokus di bidang layanan logistik dan pelayaran, sehingga mampu menjaring pasar baik domestik maupun internasional. Untuk merealisasikannya, salah satu yang dilakukan oleh perusahaan adalah bersinergi dengan perusahaan BUMN lain. (Okezone.com)

* PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF, Rp5.575, NEUTRAL, TP Rp6.000) melakukan pembelian saham PT Salim Ivamas Pratama Tbk (SIMP, Rp300) sejumlah 3,6 juta lembar saham senilai Rp1,04 miliar. Untuk harga pembelian rata-rata senilai Rp291,05. (Okezone.com)

* Dua usaha badan usaha milik daerah (BUMD) milik Pemprov Jatim, yakni PT Jatim Nusa Usaha (JNU) dan PT Petrogras Jatim Utama (PJU) akan di-merger. Keputusan ini diambil berdasarkan hasil rapat antara Komisi C DPRD Jatim dengan Biro Perekonomian BUMD beberapa hari lalu. (Okezone.com)

* Ketua Real Estate Indonesia (REI) Sulawesi Selatan (Sulsel) Arief Mone mengusulkan regulasi yang memperbolehkan sistem inden bagi rumah bersubsidi untuk meningkatkan suplai rumah bersubsidi. Hal itu disebabkan salah satu kendala bagi pengembang rumah segmen MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) adalah kurangnya pembiayaan dari sisi konstruksi. (Okezone.com)

* Pesatnya pertumbuhan layanan 4G LTE yang marak ditawarkan operator seluler menjadi pasar yang menjanjikan bagi penyedia jasa menara BTS. Hal inilah yang dirasakan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG, Rp5.600, NEUTRAL, TP Rp8.000), apalagi perseroan bakal menambah penyewa hingga 2.000 tenant tahun ini. Untuk memuluskan akuisisi menara BTS, perseroan menyiapkan dana ekspansi sekitar Rp1,5 triliun-Rp2 triliun untuk mengejar target penambahan penyewa menara (tenant) baru secara organik sebanyak 1.500-2.000 tenant. (Okezone.com)

* PT PP Properti Tbk (PPRO, Rp181) menargetkan porsi pendapatan berulang (recurring income) tahun ini bisa mencapai 7%. Ini didukung dengan kehadiran mall dan hotel baru di Balikpapan yang baru berhasil diakuisisi tahun lalu. (Okezone.com)

* Dalam upaya pembangunan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Kemenkop-UKM akan bekerja sama dengan Kkmenterian lain untuk mendorong koperasi yang memiliki dana agar bisa membeli saham perusahaan BUMN. (Detik.com)

* Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan mengaku pihaknya telah membangun sarana dan prasarana transportasi di semua sektor transportasi sepanjang 2015. Untuk sektor perhubungan laut, Jonan mengakui pihaknya telah mengembangkan dan merenovasi 329 pelabuhan non komersial, dari total 1.241 pelabuhan. Tahun lalu, Kemenhub telah membuka tiga trayek atau rute angkutan kapal barang berjadwal untuk mendukung program Tol Laut dan tahun ini akan menjadi enam rute. (Detik.com)

* Pada tahun 2016 ini, Kredit Usaha Rakyat (KUR) tidak akan hanya disalurkan oleh bank-bank BUMN, tapi juga oleh lima perusahaan pembiayaan swasta. Perusahaan pembiayaan yang sudah mendaftar adalah PT BCA Finance, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF, Rp3.100), PT MNC Finance, dan PT Mega Finance. (Detik.com)

* DPR menggelar rapat paripurna untuk mengesahkan Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2016. Beberapa RUU terkait bidang ekonomi akan dibahas. Di antaranya adalah pengampunan pajak (tax amnesty), tabungan perumahan rakyat (Tapera), minyak dan gas bumi (migas) dan mineral dan batubara (minerba), serta larangan minuman beralkohol. (Detik.com)

* PT Semen Indonesia Tbk (SMGR, Rp10.050, NEUTRAL, TP Rp12.100) menjajaki pinjaman sebesar Rp1 triliun dari lembaga pembiayaan ekspor (export credit agency/ECA) tahun ini. Pinjaman tersebut akan menjadi salah satu sumber belanja modal (capital expenditure/capex) 2016 yang sekitar Rp7 triliun. Perseroan juga mengkaji penawaran umum berkelanjutan (PUB) sekitar Rp3-Rp3,5 triliun pada semester I/2016. (Okezone.com)

* Kementerian Perdagangan (Kemdag) mengumumkan, bahwa pemerintah Malaysia telah menghentikan penyelidikan safeguard produk baja hot rolled coils (HRC) asal Indonesia. Keputusan tersebut diumumkan dalam Notice of Negative Preliminary Determination pada 6 Januari 2016. Keputusan tersebut membuat produk baja HRC nasional dapat menjangkau pasar ekspor di Malaysia lebih luas. (Kontan.co.id)

Sumber kompilasi Mandiri Sekuritas