Hasil kunjungan Mandiri Sekuritas ke United Tractors

5:45 AM | January 26, 2016 Fundamental Tags: No Comments

Ariyanto Kurniawan/Riset Mandiri Sekuritas

Baru-baru ini, kami bertemu dengan manajemen UNTR. Berikut beberapa poin diskusi kami:

– UNTR masih menetapkan kembali target penurunan 10% produksi batu bara dan penurunan 15% overburden untuk PT Pamapersada Nusantara (Pama) tahun ini, yang disebabkan prospek harga batu bara yang lemah tahun ini.

– UNTR mengindikasikan lebih sulitnya kontrak negosiasi tarif dengan produsen batu bara. Kami menilai hal itu adalah salah satu arasan target margin kotor yang lebih rendah untuk Pama, dari 22% pada 2015 menjadi di bawah 20% tahun ini. UNTR masih akan melanjutkan fokus pada program efisiensi biaya untuk menahan dampak dari tarif yang turun.

– UNTR menggelar program pensiun dini untuk sekitar 1.500 karyawan (dari total 23.000 karyawan). Dengan asumsi Rp300 juta-Rp500juta/karyawan (vs TLKM Rp1 miliar/karyawan) untuk potensi beban satu waktu dari program pensiun dini sekitar Rp450 miliar-Rp750 miliar atau 7%-11% dari laba bersih FY15F prediksi konsensus Rp6,6 triliun.

– UNTR juga berencana melakukan impairment pada aset properti tambangnya pada 2015. Pada 2014, mereka membukukan kerugian impairment Rp2,7 triliun (22% dari total aset properti tambang) setelah menyesuaikan dengan asumsi harga batu bara dari US$90-US$110 menjadi US$65-US$90. Dengan posisi harga batu bara saat ini US$50/ton kami memprediksi beban impairment akan berarti jika dialokasikan untuk laba bersih 2015F.

– Kami masih Maintain Sell untuk UNTR dengan TP Rp13.250.