Dampak penurunan BI rate minim untuk bank

11:03 AM | January 15, 2016 Sektoral No Comments

Tjandra Lienandjaja/Riset Mandiri Sekuritas

Bank Indonesia memangkas BI rate, suku bunga Deposit Facility, dan suku bunga Lending Facility masing-masing sebesar 25bps menjadi 7,25%, 5,25%, dan 7,75%.

Comment: Kami meyakini dampakny akan terbatas pada perbankan. Hal tersebut sudah diantisipasi perbankan karena bank-bank baru menyesuaikan cost of funds mereka, terutama suku bunga deposito berjangka rupiah, sejak awal tahun. Rerata suku bunga deposito berjangka 1 bulan di industri sudah turun dari 8,56% pada Dec2014 menjadi 7,47% pada Nov2015 sedangkan suku bunga masih tidak diubah.

Rerata modal kerja industri dan kredit investasi juga sudah diturunkan dari 12,79% dan 12,36% pada Dec2014 menjadi 12,55% dan 12,14% pada Nov2015 (meskipun demikian, rerata kredit konsumsi naik 31bps menjadi 13,89% pada periode yang sama karena konsumen lebih sering menggunakan kartu kredit). Permintaah kredit yang lemah membuat suku bunga kredit turun.

Yang lebih penting adalah menurunkan suku bunga (kami memprediksi ada pemangkasan suku bunga lagi pada 1H16) akan memicu permintaan kredit lagi. Sedangkan pertumbuhan kredit sekitar 11% tahun lalu, yang diprediksi membaik menjadi 12%-14% pada 2016 dengan prediksi pertumbuhan GDP kami sebesar 5%.

Kami mengantisipasi adanya perubahan yang tidak signifikan pada margin bunga bersih (NIM) perbankan, yang diprediksi 6,5% pada 2016. Potensi pemangkasan suku bunga kredit diprediksi akan berdampak pada pertumbuhan kredit yang tinggi, membuat margin yang stabil.

Ketika pemangkasan akan positif ke depannya untuk bank yang memiliki porsi tinggi pada deposito berjangka seperti BDMN, PNBN, BBTN, dan BTPN. Kami menetapkan kembali rekomendasi BUY untuk BBRI (TP Rp11.500) dan BBNI (TP Rp5.900).