Dampak BI rate baru terasa mulai Juni

11:01 AM | January 15, 2016 Macro View No Comments

Leo Rinaldy, Wisnu Trihatmojo/Ekonomi-Riset Mandiri Sekuritas

Rapat dewan gubernur (RDG) Bank Indonesia memutuskan untuk melonggarkan BI rate, suku bunga lending facility, dan suku bunga deposit masing-masing sebesar 25bps menjadi 7,25%, 7,75%, dan 5,25%. Aksi itu sejalan dengan prediksi kami dan konsensus Bloomberg, dan sekaligus mengonfirmasi sinyal kuat Bank Indonesia yang berniat melonggarkan kebijakan moneter pada Dec15.

Bank sentral memprediksi inflasi akan tetap pada kisaran target 3%-5% tahun ini, sementara pertumbuhan ekonomi diprediksi tidak menunjukkan perbaikan signifikan meskipun ada relaksasi stimulus fiskal dan makroprudensial.

Harga komoditas menahan kinerja ekspor di tengah pertumbuhan ekonomi global yang juga tidak bersemangat. Pendorong pertumbuhan ekonomi 4Q15 hanya akan terjadi oleh belanja pemerintah dan investasi gedung.

Dari eksternal, neraca pembayaran diprediksi akan membaik pada 4Q15 yang didorong oleh masuknya dana portofolio investor asing ke pasar obligasi pemerintah (prediksi kami sebesar Rp35,1 triliun) dan investasi lain.

Rasio kecukupan modal (CAR) industri perbakan tumbuh 0,3ppt menjadi 21,3% pada Nov15, tertinggi sejak 2006. Meskipun demikian, Bank Indonesia mewajibankan perbankan untuk menyisihkan modal tambahan yang dianggap sebagai ‘countercyclical buffer’ yang yang berada pada kisaran 0% – 2.5% dari aset berisiko tertimbang (risk-weighted asset), berdasarkan kondisi ekonomi.

Menko Perekonomian Darmin Nasution turut ikut dalam RDG dengan format baru, yaitu 2 hari. Hal tersebut baru, tetapi tidak umum dilakukan; dilakukan juga oleh Bank of Japan di mana pertemuan 2 hari itu dihadiri perwakilan dari Kementerian Ekonomi dan Kabinet.

Kami berharap diperpanjangnya RDG dan keterlibatan pemerintah dapat memberikan kajian ekonomi yang lebih komprehensif dan membuat pembuatan kebijakan yang sesuai.

Kami meyakini dampak optimal pemangkasan suku bunga pada pertumbuhan ekonomi akan terjadi pada 2H16. Secara keseluruhan, kami menetapkan kembali prediksi pertumbuhan ekonomi sebesar 5% pada 2016 sebelum naik lagi menjadi 5,4% pada 2017.