Pefindo pangkas rating utang Agung Podomoro Land, Wika Beton prediksi dapat kontrak Rp6 T dari kereta cepat

10:00 AM | January 14, 2016 BERITA No Comments

Data PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mencatat konsumsi listrik FY15 sebesar 200,6TWh (berporsi 96,5%, +2,1% YoY) pada 2015, di bawah target 207,7TWh. Industri besar mendorong pertumbuhan tahun lalu. (Bisnis Indonesia)

* Proyek High-Speed Rail masih membutuhkan dua izin lagi, yaitu analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) dan izin desain rekayasa. Menhub Ignatius Jonan belum dapat memastikan izin itu akan dapat dikantongi proyek tersebut sebelum groundbreaking pada 21 Januari 2016. (Jakarta Post)

* Indonesia berencana melonggarkan aturan investasi asing untuk memancing minat akuisisi saham di perusahaan Indonesia. Pelonggaran itu diprediksi akan rampung pada akhir bulan ini dan akan fokus pada bisnis e-commerce, farmasi, alat kesehatan, hotel di bawah bintang lima, pembangkit listrik skala kecil, usaha transportasi, bioskop, dan cold storage. Saat ini, beberapa beberapa sektor masih terbatas bagi investor asing bahkan masih terlarang sama sekali. (The Wall Street Journal)

* OJK sedang menyeleksi 20 bank yang dapat menyalurkan KUR. Beberapa fokus seleksi itu adalah: infrastruktur, TI, manajemen risiko, SDM, dan kontribusi sektor UKM kepada total kredit. NPL bank tersebut harus <5%. (Kontan)

* Rute LRT PT Adhi Karya Tbk (ADHI, Rp2.350, BUY, TP Rp2.880) sedikit diubah untuk memberikan jalan kepada proyek HSR PT Wijaya Karya Tbk (WIKA, Rp2.795, NEUTRAL, TP Rp3.000) di daerah Bekasi. Perubahan disebabkan tumpang tindihnya rencana jalur.

LRT dicanangkan lebih dulu sehingga seharusnya tidak diubah, tetapi Kemenhub menyatakan rute LRT yang diubah karena pemindahannya lebih ekonomis dan efisien dibandingkan dengan memindah rute HSR. PT Kereta Api Cepat Indonesia China (KCIC) akan menyediakan lahan untuk rute baru LRT itu. (Detik)

* PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menurunkan peringkat surat utang PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN, Rp312, BUY, TP Rp420) menjadi idA- dari sebelumnya idA. Prospek peringkat emiten dinaikkan menjadi stabil dari negatif. (Bisnis Indonesia)

* PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM, Rp400, BUY, TP Rp840) berniat menaikkan rerata harga jual (ASP) pada FY16 untuk menutup kenaikan cukai. WIIM masih berdiskusi terhadap potensi pengalihan kenaikan ASP kepada konsumen. Emiten memprediksi kenaikan penjualannya sebesar 25% YoY pada FY16 (karena kenaikan ASP dan volume penjualan); sedangkan volume diprediksi tumbuh 15%. (Kontan)

* PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON, Rp955, NEUTRAL, TP Rp970) memprediksi dapat mengantongi kontrak senilai Rp6 triliun-Rp9 triliun dari proyek High-Speed Rail. Komponen beton pracetaknya akan digunakan di seluruh bagian: seksi ground-level, seksi elevated, dan seksi tunnel. (Kontan)

* PT Kino Indonesia Tbk (KINO, Rp3.805) tengah mengkaji opsi untuk meningkatan harga jual produk pada tahun ini. Untuk ekspansi anorganik, perseroan tengah mengincar akuisisi atau pembentukan perusahaan patungan di segmen personal care, farmasi, dan makanan. (Bisnis Indonesia)

* PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES, Rp785, NEUTRAL, TP Rp720) merogoh kocek lebih dalam tahun ini untuk menambah delapan gerai baru. Perseroan akan menyiapkan dana Rp200-Rp250 miliar untuk ekspansi pada tahun ini. Delapan gerai baru tersebut akan dibuka di Pulau Jawa dan di luar Jawa. (Bisnis Indonesia)

* Produsen alat berat, PT Intraco Penta Tbk (INTA, Rp250) terus meningkatkan penjualan alat berat untuk proyek infrastruktur. INTA berharap kenaikan penjualan alat berat untuk infrastruktur bisa mendongkrak pertumbuhan penjualan 10%.

Hingga kuartal III/2015, pendapatan INTA mencapai Rp1.034 triliun turun 17,5% dibandingkan pendapatan periode yang sama 2014 senilai Rp1.264 triliun. (Kontan)

* Suspensi perdagangan saham PT ICTSI Jasa Prima Tbk (KARW, Rp85) dicabut hari ini. Sehingga, saham perseroan dapat ditransaksikan lagi di pasar reguler dan negosiasi. (Rilis IDX)

* PT Wintermar melayangkan permohonan kewajiban pembayaran utang atas Niko Resources Ltd, perusahaan asing yang menjalankan usaha di Indonesia. Niko dinilai Wintermar memiliki utang jatuh tempo senilai US$6,47 juta kepada Wintermar. Wintermar adalah salah satu anak usaha PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS, Rp156).