Waskita targetkan laba capai Rp1 triliun, Bakrie Telecom kaji akan terbitkan obligasi konversi Rp7.6 triliun, Antam lanjutkan eksplorasi di Sulawesi

8:45 AM | January 13, 2016 BERITA No Comments

WSKT Memperkirakan Laba Tahun 2015 Rp1 Triliun
PT Waskita Karya (Persero) Tbk.(WSKT) memperkirakan laba bersih mencapai Rp1 triliun pada 2015, atau naik sekitar 99% dibandingkan dengan Rp501,5 miliar pada 2014. Pihak perseroan memaparkan penjualan perseroan pada tahun lalu mencapai sekitar Rp15 triliun pada 2015 atau naik 45% dibandingkan de ngan Rp10,28 triliun pada 2014. Seperti diketahui, perseroan membukukan pertumbuhan laba hingga di atas 100% pada laporan keuangan pada dua periode terakhir.

Eksekusi OWK BTEL Rampung Juni
PT Bakrie Telecom Tbk. (BTEL) menargetkan eksekusi penerbitan obligasi wajib konversi berdenominasi rupiah dan dolar AS senilai total Rp7,6 triliun pada semester I/2016. Sejak Juni 2015 rencana penerbitan obligasi wajib konversi (OWK) belum juga rampung. Rencana belum disetujui rapat umum pemegang saham (RUPS), juga belum direstui Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pihak mengatakan paling lambat Juni tahun ini rencana penerbitan OWK terealisasi. Saat ini, perseroan masih mengurus dokumen di OJK. Pada 5 November 2015 OJK melayangkan surat tanggapan.

BEI Pekanbaru Sasar PNS Dalam Target 5000 Investor Tahun Ini
PT Bursa Efek Indonesia Pekanbaru tengah menyasar investor baru dari kalangan Pegawai Negeri Sipil. Kepala BEI Pekanbaru menyatakan pihaknya bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan. BEI akan melakukan audiensi dan sosialisasi kepada Pemerintah Provinsi Riau dan pemerintah kabupaten/kota di Riau. Untuk mencapai target 5.000 investor baru tahun ini, BEI akan menyasar kalangan PNS.

ANTM Lanjutkan Eksplorasi Nikel
PT Aneka Tambang (Persero) Tbk.(ANTM) melanjutkan eksplorasi nikel di wilayah Pomalaa, Sulawesi Tenggara pada Desember 2015. Pihak perseroan mengatakan kegiatan eksplorasi yang dilakukan terdiri atas percontohan, logging core, pemboran single serta preparasi. Pada November 2015, kegiatan eksplorasi juga dilakukan di wilayah Pomalaa. Kegiatan eksplorasi Antam di bulan Desember 2015 berfokus pada komoditas nikel dengan jumlah pengeluaran preliminary sebesar Rp1,5 miliar.

SMGR Kaji Tambah Modal
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.(SMGR) mempertimbangkan untuk kembali menambah modal cucu usahanya, PT Varia Usaha Beton dalam rangka menunjang ekspansi perusahaan tersebut, Pihak perseroan memaparkan peluang penambahan modal tersebut masih terbuka. Namun, pihaknya belum memutuskan berapa besar penambahannya. Kalau usaha betonnya berkembang, permintaan semen perseroan juga akan meningkat. Semen Indonesia melalui anak usahanya, PT SGG Prima Beton membeli saham milik Dana Pensiun Semen Gresik (DPSG) sebesar 36,67% senilai Rp55 miliar di Varia Usaha Beton pada Desember 2015.

AKPI Targetkan Tumbuh 25%
PT Argha Karya Prima Industry Tbk.(AKPI) menargetkan pertumbuhan penjualan pada tahun ini bisa mencapai 25% dibandingkan dengan kinerja tahun lalu. Optimisme tersebut seiring dengan bertambahnya kapasitas produksi perseroan. Pihak perseroan mengatakan mulai tahun ini perseroan dapat memproduksi hingga 100.000 ton plastik kemasan. Jumlah itu naik dari tahun sebelumnya yang hanya 60.000 ton hingga 65.000 ton plastik kemasan. Selain itu pertumbuhan penjualan perseroan bisa naik mencapai 25%.

WIKA Ingin Rp 17 Triliun Dari Kereta Cepat
PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) membidik kontrak baru dari proyek High Speed Rail (HSR) atau kereta api cepat Jakarta-Bandung Rp 17 triliun tahun ini. Pihak perseroan menyatakan proyek senilai US$ 5,5 miliar tersebut akan groundbreaking pada 21 Januari mendatang di Walini. Proyek kereta api berkecepatan 250-300 kilometer per jam tersebut akan digarap oleh konsorsium BUMN Cina dan BUMN Indonesia yakni PT Kereta Api Cepat Indonesia China (KCIC). Porsi BUMN Indonesia mencapai 60%.

Sumber : Bisnis Indonesia, Kontan, Investor Daily