SMRA raup marketing sales Rp4,3 triliun di 2015, Laba bersih BBTN diprediksi capai Rp1,7 triliun

10:23 AM | January 6, 2016 BERITA No Comments

Ringkasan media hari ini

* Sebanyak 10 bank swasta dan enam bank pembangunan daerah akan menjadi distributor KUR. Identitas kesepuluh bank swasta akan diumumkan OJK sebelum April 2016. Dua kondisi yang harus dipenuhi adalah NPL kredit UMKM di bawah 5% dan portofolio UMKMK harus di atas 5% dari total kredit. (Kontan)

* Sebanyak 18 proyek jalan tol yang sudah menerima Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) sedang dievaluasi untuk mencari proyek yang belum memulai konstruksi. Sanksi akan dijatuhkan jika alasannya tidak kuat. Dari total 41 jalan tol yang sudah menerima PPJT pada 2015, 18 masih berada pada tahap perencanaan, termasuk ruas Kunciran – Serpong, ruas Cinere – Serpong, dan ruas Cibitung – Cilincing. (Bisnis Indonesia).

* Pemerintah optimistis KUR dapat mencapai Rp100 triliun-Rp120 triliun pada 2016. Optimisme itu didukung oleh rendahnya bunga KUR sebesar 9% dan usaha untuk mempercepat supply KUR oleh perbankan. (Investor Daily)

* Industri semen nasional diprediksi tumbuh pada FY16 dan pulih dari kelesuan pada FY15, didorong oleh proyek infrastruktur pemerintah. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR, Rp11.175, NEUTRAL, TP Rp12.100) memprediksi konsumsi semen nasional akan tumbuh lebih dari 5% pada FY16.

Perusahaan menilai proyek infrastruktur yang dimulai pada FY15 dapat berlanjut mendorong konsumsi semen pada FY16 yang ditambah ekspektasi membaiknya pertumbuhan ekonomi dan rendahnya tingkat konsumsi semen per kapita. (Jakarta Post)

* PT Aneka Tambang Tbk (ANTM, Rp360, NEUTRAL, TP Rp500) mengalokasikan belanja modal (capex) FY16 sebesar Rp2 triliun, terutama diperuntukkan bagi proyek ekspansinya. Dana itu akan digunakan untuk konstruksi tiga proyek yaitu Anode Slime, Smelter Grade Alumina (SGA) Mempawah, dan East Halmahera Ferronickel Plant (P3FH). (Kontan)

* PT Bank Negara Indonsia Tbk (BBNI, Rp4.950, BUY, TP Rp5.900) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI, Rp9.375) mengkaji restrukturisasi utang PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO, Rp2.000). Kedua bank sudah sedang mengkaji beberapa pilihan restrukturisasi, setelah pengadilan membolehkan TRIO untuk PKPU, guna menurunkan pinjaman tidak lancar (NPL).

SEVP Remedial Recovery BBNI Elissa Massa Manik menyatakan BBNI, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA, Rp13.375, NEUTRAL, TP Rp12.400), dan BMRI sedang mendiskusikan proses restrukturisasi. (Kontan)

* PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO, Rp2.000) akan ekspansi produk ponsel. Bersama dengan PT Arga Mas Lestari (produsen ponsel Advan), TRIO akan merilis ponsel 4G dengan merek ‘Osmo’. Mereka akan merilis tiga tipe Osmo yang berbeda dengan kisaran harga dan spesifikasi yang untuk menggarap target pasar yang lebih luas. Merek itu akan memanfaatkan jaringan ritel TRIO dan juga mempromosikan merek tersebut. (Kontan)

* Laba bersih PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN, Rp1.310, BUY, TP Rp1.500) FY15 diyakini mencapai Rp1,75 triliun-Rp1,8 triliun, berkaca pada realisasi laba bersih November 2015. Jika laba bersihnya nanti benar melebihi Rp1,8 triliun, BBTN akan mengalokasikan kelebihan dana untuk menguatkan dana cadangannya. (Bisnis Indonesia)

* PT Kimia Farma Tbk (KAEF, Rp865) menyiapkan anggaran capex FY16 sebesar Rp1 triliun. Mereka akan membangun 1.) pabrik bahan mentah untuk obat dan suplemen di Lippo Cikarang (Jabar), 2.) pabrik obat di Banjaran-Bandung (Jawa Barat), 3.) Pabrik garam farmasi fase II di Batuwakon-Jombang (Jatim), 4.) pabrik alat diagnosa di Bali, 5.) dan sekitar 125 apotek baru.

Capex akan didanai dari ekuitas dan kredit; Rp200 miliar-Rp250 miliar melalui ekuitas dan sisanya dari kredit. Perusahaan menargetkan pendapatan Rp5 triliun dan laba bersih Rp250 miliar untuk FY15; mereka memprediksi pendapatannya akan tumbuh menjadi Rp5,6 triliun (margin bersih 5%) pada FY16. (Investor Daily)

* PT Summarecon Agung Tbk (SMRA, Rp1.575, NEUTRAL, TP Rp1.600) menargetkan marketing sales FY16 sebesar Rp4,5 triliun, mirip dengan target marketing sales FY15. Mayoritas dari marketing sales akan didapatkan dari proyek Summarecon Bandung dan Serpong (masing-masing Rp1,5 triliun), dan sisanya Rp1,5 triliun akan dikontribusi dari Summarecon Bekasi dan Kelapa Gading.

Per FY15, SMRA mencapai marketing sales Rp4,3 triliun, berporsi 96% dari target marketing sales FY15 Rp4,5 triliun. Sementara itu, perusahaan mengalokasikan Rp2,7 triliun untuk capex FY16. Mayoritas dana itu akan digunakan untuk proyek baru, proyek yang sudah berjalan, dan pengembangan infrastruktur proyek. (Kontan)

* PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA, Rp745, BUY, TP Rp1.100) mengakuisisi 300ha lahan industri di Subang (Jabar) yang mencerminkan adanya revisi dari target awal 500ha. Perusahaan menyiapkan dana Rp600 miliar untuk mendukung rencana ekspansi itu. (Kontan)

* PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR, Rp35.800, NEUTRAL, TP Rp41.000 ) tak merencanakan ekspansi besar pada tahun 2016 ini. Unilever Indonesia hanya berencana membeli masin baru dan menambah lini produksi di sembilan pabrik yang sudah beroperasi. Mereka akan menambah produk barang konsumsi dari 39 merek Unilever. (Kontan)

* PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA, Rp590) resmi menggabungkan (merger) dua anak usahanya di bidang pembiayaan. Keduanya adalah PT Kencana Internusa Artha Finance (KITAF) dan PT CIMB Niaga Auto FInance (CNAF).

Kedua anak usaha tersebut merupakan anak usaha yang dikuasai oileh Bank CIMB dengan kepemilikan saham masing-masing sebesar 99,94% pada KITAF dan 99,90% pada CNAF. (Investor Daily)

* PT Dwi Jaya Kemasindo Tbk (DAJK, Rp159) tengah menjajaki penerbitan surat utang guna mendanai kebutuhan belanja modal (capex) tahun ini sebesar Rp800 miliar-Rp900 miliar. Saat ini manajemen sedang berbicara dengan salah satu perusahaan pemeringkat efek. Perseroan baru akan mengkaji antara penerbitan obligasi atau surat utang jangka menengah (MTN). (Investor Daily)

* PT Kalbe Farma Tbk (KLBF, Rp1.290, NEUTRAL, TP Rp1.500) berencana mengalokasikan belanja modal hingga Rp1,5 triliun pada 2016. Target capex 2016 sepenuhnya akan bersumber dari kas internal perseroan. Belanja modal 2016 itu sebagian besar akan dialokasikan untuk ekspansi pabrik farmasi, consumer health, serta distribusi. (Bisnis Indonesia)

Mandiri Sekuritas