Telkom raup pendapatan Rp100 triliun, BRI targetkan KUR 67.5 Triliun, Adaro targetkan 52 juta ton

9:40 AM | January 5, 2016 BERITA No Comments

Ringkasan media hari ini

Harga LPG 12kg ditetapkan Rp129.000/tabung (-4,2%) dan ukuran 5,5kg Rp57.500/tabung (-7.3%). Penurunan mencerminkan harga referensi gas CP Aramco yang turun. (Kompas)

Biro kredit pertama di Indonesia yaitu Pefindo Biro Kredit telah mulai beroperasi dan menyediakan jasa untuk perbankan dan lembaga keuangan. Mereka mendapatkan izin operasional dari OJK pada 22 Desember 2015. Sebanyak 51% saham perusahaan dimiliki PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), 23,6% Pegadaian, 10% PT Sigma Cipta Caraka (Telkomsigma, sayap bisnis data centre PT Telekomunikasi Indonesia Tbk-TLKM, Rp3.140, BUY, TP Rp3.225), 10% Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), dan 5,4% oleh lembaga pemeringkat Jepang yaitu Credit Information Center Corp. (Jakarta Post).

Data dari beberapa konsultan menyebutkan industri ritel Indonesia masih akan tumbuh pada FY16 karena daya beli yang stabil untuk kalangan ekonomi menengah ke atas. Mereka memprediksi merek fashion serta makanan-minuman internasional akan melebarkan bisnisnya di Indonesia, terutama Jabodetabek. Cushman & Wakefield Indonesia memprediksi supply untuk area ritel (seperti ruang shopping area) di Jakarta akan tumbuh 9% pada FY16; per FY15, area ritel supply kumulatif sebanyak 4 juta meter2. (Bisnis Indonesia)

PT Ace Hardware Tbk (ACES, Rp800, NEUTRAL, TP Rp720) menargetkan pertumbuhan pendapatan 5% menjadi Rp5,1 triliun pada FY16. Perusahaan menargetkan dapat membuka delapan toko baru pada FY16, dengan anggaran belanja modal (capex) menjadi Rp300 miliar. (Bisnis Indonesia)

PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI, Rp3.845, SELL, TP Rp2.700) menargetkan pertumbuhan pendapatan 12%-13% pada FY16. Optimisme tersebut disebabkan pandangan positif daya beli konsumen pada 2H16. MAPI memprediksi dapat membuka 200 toko baru pada FY16, mencerminkan area tambahan 50.000 meter2. (Bisnis Indonesia)

OJK menetapkan pajak pertambahan nilai REITs sebesar 1%, dari sebelumnya 25%. Aturan itu akan dikeluarkan pada akhir Januari. (Bisnis Indonesia)

Comments: Meskipun ada pemangkasan pajak itu, kami menilai ada halangan lain yang dapat dihadapi REITs di Indonesia seperti yield yang diminta dan juga investor. Saat ini, yield obligasi pemerintah bertenor 10 tahun sekitar 8,8%, dan kami meyakini investor menginginkan adanya premium sekitar 3%, sehingga REITs diharapkan dapat memberikan yield dividen sekitar 11%-12%. Spread/selisih antara yield dividen REITs dan yield obligasi pemerintah bertenor 10 tahun di Singapura, di mana industri REITs berkembang dengan baik, sekitar 3%-4%. Lebih jauh, dana pensiun Indonesia secara umum mememiliki target return minimal 10%.

PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA, Rp695, BUY, TP Rp1.100) mengalokasikan Rp600 miliar untuk tender jalan tol Pandaan-Malang. Sumber pendanaan dari ekuitas internal. Anak usaha SSIA yaitu PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA, Rp610) bersama dengan Karya Sedaya Sejahtera dan UEM Group membentuk konsorsium untuk proyek itu. (Bisnis Indonesia)

PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON, Rp800, NEUTRAL, TP Rp970) menargetkan kontrak baru Rp4 triliun pada 2016. Kontrak yang dimenangkan WTON adalah jalan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi paket 2 dan 3 (Jawa Barat), jembatan Girindulu (Jawa Timur), jembatan sungai Manggar (Kalimantan Timur), dan Masjid Baiturrahman (Aceh). (Investor Daily)

PT Bukit Asam Tbk (PTBA, Rp4.335, BUY, TP Rp10.000) menargetkan produksi batu bara FY16 25,75 juta ton. Sementara itu, perusahaan membidik volume penjualan batu bara 29,17 juta ton pada FY16, naik 52% dari realisasi FY15, yang 52% darinya akan digunakan untuk memenuhi Domestic Market Obligation sedangkan 48% untuk ekspor. (Kontan)

PT Adaro Energy Tbk (ADRO, Rp494, NEUTRAL, TP Rp700) menargetkan produksi batu bara 50 juta-52 juta ton pada FY16. Karena berlanjutnya pelemahan harga batu bara, perusahaan akan fokus pada proyek konstruksi pembangkit listrik daripada bisnis tambang untuk strategi FY16. (Kontan)

OJK meminta perbankan menaikkan minimal modal menjadi 1,25% mulai awal tahun ini untuk menyesuaikan dengan Basel III. Aturan itu akan berlaku untuk bank dengan minimum modal inti Rp5 triliun dan masuk kategori BUKU III dan BUKU IV. Bank dalam kategori BUKU IV juga diwajibkan memiliki liquidity coverage ratio (LRC) sebesar 70% mulai 31 Desember 2015 dan mulai 30 Juni 2016 untuk bank BUKU III. (Investor Daily)

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI, Rp11.475, BUY, TP Rp11.500) menargetkan penyaluran KUR mencapai Rp67,5 triliun pada 2016. Dari total target itu, Rp61 triliun akan berasal dari KUR mikro, Rp6 triliun untuk KUR ritel, dan Rp500 miliar untuk KUR TKI. Per FY15, BBRI menyumbang Rp15 triliun KUR. (Investor Daily)

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM, Rp430, NEUTRAL, TP Rp400) menargetkan laba bersih tumbuh 59,7% yoy pada 2016. BJTM berencana memperkuat segmen kredit mikro dan menargetkan pertumbuhan +40%yoy di segmen itu. (Kontan)

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM, Rp3.160, BUY, TP Rp3.225) berhasil melampaui target pendapatan sebesar Rp100 triliun sepanjang 2015, meningkat dibandingkan realisasi 2014 sebesar Rp89,7 triliun. Anak usaha perseroan, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) tetap menjadi kontributor terbesar pendapatan perseroan. (Investor Daily)

PT Indofarma Tbk (INAF, Rp161) menargetkan penjualan hingga sebesar Rp400 miliar pada 2019 nanti dengan mengembangkan penjualan obat herbal. Tahun ini perseroan akan mulai megoperasikan pabrik obat herbal berkapasitas 2.000 ton per tahun. Pada tahun pertama beroperasi, utilitas pabrik diproyeksikan baru mencapai 50%. (Investor Daily)

PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA, Rp2.260, BUY, TP Rp3.400) berencana membangun dua rumah sakit tahun ini. Perusahaan menyiapkan capex Rp357 miliar untuk memuluskan rencana ekspansi rumah sakit baru tersebut. (Kontan)

PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA, Rp1.180, NEUTRAL, TP Rp2.500) akan memproduksi hingga 25,92 juta kantung minuman kemasan pada 2017 seiring dengan beroperasinya pabrik baru. Produksi tersebut akan ditingkatkan secara bertahap pada tahun-tahun berikutnya. Pada 2018 menjadi 51,84 juta kantung minuman, dan pada 2019 mencapai 60,48 juta kantung. (Bisnis Indonesia)

Mandiri Sekuritas