Inflasi 2015 berakhir rendah, peluang BI rate turun besar

9:35 AM | January 5, 2016 Macro View No Comments

Leo Rinaldy/Ekonom-Riset Mandiri Sekuritas

Inflasi bulanan mencapai 0,96% mom pada Dec15 (vs. prediksi kami dan konsensus pelaku pasar masing-masing 0,64% mom dan 0,61% mom), sehingga membuat inflasi tahunan di akhir tahun lalu 3,35% pada periode yang sama, terendah sejak 2009. Inflasi tahunan secara signifikan menurunkan base effect dari perubahan harga BBM pada 2014 (inflasi bulanan Dec14 mencapai 2,46%).

Inflasi tersebut disebabkan kenaikan harga makanan dengan kontribusi 77% (+0,74ppt) ke inflasi bulanan. Di sisi lain, inflasi inti turun ke 3,95% YoY pada Dec15, terendah sejak pertengahan 2010 karena kombinasi dua faktor. Keduanya adalah base effect harga BBM, dan lemahnya permintaan konsumen.

Kami menilai inflasi tahunan akan naik instan pada Jan16 karena base effect hanya akan sementara. Selain itu, akan sulit juga mengulang lagi deflasi 0,24% mom pada Jan15 ini karena El Nino kemungkinan akan menunda musim tanam 2 atau 3 bulan.

Inflasi juga diprediksi masih akan sejalan dengan target inflasi 2016 Bank Indonesia sebesar 4% ± 1%. Selain karena masih rendahnya permintaan sehingga membuat inflasi masih tidak naik, penyebabnya juga berasal dari tindakan pemerintah.

Pertama, penurunan harga BBM dan LPG. Per hari ini, penurunan harga BBM dilakukan dan dalam hitungan kami akan menurunkan inflasi sebesar 0,1ppt–0,2ppt. Kenaikan tarif listrik 11,5% untuk segmen konsumen 1.300VA–2.200VA pada Dec15 akan memengaruhi inflasi Jan16, tetapi dampaknya minor karena hanya 0,01ppt–0,03ppt.

Kedua, pemerintah juga berkomitmen membuka keran impor makanan. Tidak hanya untuk beras, tetapi juga sapi, gula, jagung, dan kedelai, yang dapat menyeimbangkan tekanan inflasi yang disebabkan El-Nino.

Secara keseluruhan, realisasi inflasi 2015 yang lebih rendah daripada target serta prospek inflasi dan nilai tukar rupiah yang lebih terukur menyediakan ruang lebih besar untuk BI memangkas BI rate pada 1Q16. Rapat dewan gubernur (RDG) selanjutnya akan digelar pada 14 Jan16. Kami masih tetap memrpediksi ada penurunan BI rate sebesar 50bps menjadi 7%.

Kami memprediksi akan terjadi dua kali pemangkasan BI rate pada 1Q16 dan tidak akan berubah hingga YE16 karena inflasi diantisipasi akan naik menjadi 5% pada akhir tahun, sejalan dengan kisaran atas target BI.