HP Quick Notes – Inflation 0.96% in December 2015

9:26 PM | January 4, 2016 Macro View No Comments

Kelompok bahan pangan, listrik dan bahan bakar menjadi kontribusi utama dalam penentu pergerakan inflasi. Secara keseluruhan kami memprediksi inflasi (core and headline) bergerak dalam kisaran 5% pada 2016. Kami menilai apresiasi USD dan pelemahan harga minyak memberikan ruang bagi stabilisasi inflasi sepanjang 2016. Kami juga berpendapat perlambatan ekonomi akan membatasi tingkat konsumsi masyarakat sehingga membantu menjaga inflasi 2016.

Namun isu seputar penurunan subsidi listrik oleh Pemerintah untuk golongan bawah (APBN 2016 Rp 38 T dari APBNP 2015 Rp 73 T) dan Efek El Nino pada bahan pangan, merupakan faktor yang harus di perhatikan melihat kontribusi tinggi listrik dan bahan pangan terhadap pergerakan inflasi. Namun untuk saat ini, antisipasi efektif oleh Pemerintah dalam menjaga ketersediaan bahan pangan kami nilai mampu mencegah terjadinya peningkatan signifikan pada core inflasi.

Tingkat inflasi yang terkendali berpotensi untuk mendorong BI memangkas suku bunga. Potensi penurunan BI Rate semakin meningkat dalam kondisi likuditas global yang cukup kondusif. Kami menilai potensi penurunan BI rate sebesar 75 bps sepanjang 2016 mencapai level 6,75%.

Source: BPS, HP

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan untuk bulan Desember 2015 terjadi inflasi sebesar 0,96% MoM, meningkat dibanding inflasi bulan sebelumnya 0,21%, serta diatas estimasi pemerintah yang sekitar 0,50% MoM. Inflasi Desember 2015 merupakan tingkat inflasi bulanan tertinggi yang terjadi selama 2015.

Tingkat inflasi Desember tersebut masih di bawah rata-rata inflasi Desember dalam lima tahun terakhir sebesar 1,01%. Namun perlu diperhatikan bahwa pada Desember 2014 tingkat inflasi mencapai 2,46% MoM dipengaruhi oleh kenaikan harga BBM sebesar 30,77% yang berlaku 18 November 2014 akibat pengurangan subsidi BBM. Diluar periode tersebut, tingkat inflasi Desember rata-rata menjadi 0,65% MoM.

Sementara tingkat inflasi inti secara bulanan cenderung stabil, berada di level 0,23% MoM. Rata-rata inflasi inti dalam lima tahun terakhir sebesar 0,27%.

Source: BPS, HP

Tingkat inflasi bulan Desember 2015 secara YoY mengalami penurunan menjadi 3,35% dari bulan sebelumnya 4,89%. Tingkat inflasi tahunan Desember 2015 tersebut merupakan level tahunan terendah sejak Desember 2009 yang sebesar 2,78% YoY.

Secara rata-rata dalam lima tahun terakhir, inflasi bulan Desember berada di level 6,36% YoY.

Tingkat inflasi inti juga masih melanjutkan tren penurunan menjadi 3,95% YoY dari level 4,77% pada November 2015, atau terendah sejak Mei 2010 di level 3,81%.

Tren penurunan inflasi secara tahunan yang terjadi sejak pertengahan 2015 tersebut menunjukkan terkendalinya ekspektasi inflasi, seperti yang diharapkan pemerintah.

Kategori % MoM % Contribution % YoY
Bahan Makanan 3.20 0.65 4.93
Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau 0.50 0.09 6.42
Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar 0.40 0.10 3.34
Sandang 0.09 0.01 3.43
Kesehatan 0.24 0.01 5.32
Pendidikan, Rekreasi & Olahraga 0.06 0.01 3.97
Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan 0.45 0.09 -1.53
Total 0.96

Source: BPS, HP

Inflasi Desember terjadi didorong oleh kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran, terutama bahan makanan yang mencapai 3,20% MoM, dengan kontribusi inflasi sebesar 0,65%.

Menurut BPS, sub kelompok yang mengalami inflasi tertinggi pada Desember 2015 yaitu sub kelompok bumbu-bumbuan sebesar 20,14. Tingginya curah hujan yang terjadi selama Desember 2015 tampaknya mempengaruhi pasokan beberapa komoditas seperti cabai merah, bawang merah, daging dan telur ayam ras serta ikan segar, yang mendorong kenaikan harga komoditas-komoditas tersebut.

Source: PLN, HP

Sementara itu pada akhir Desember PLN menyatakan mulai Januari 2016 tarif listrik kembali mengalami penyesuaian, turun hingga Rp100/kWh.

Penurunan tarif listrik Januari 2016 dari Desember 2015 yang mengikuti mekanisme tariff adjustment dipengaruhi oleh penurunan nilai kurs dan harga Indonesian Crude Price (ICP) pada November 2015 dibanding Oktober 2015, seta keberhasilan PLN dalam melakukan efisiensi operasi yang menyebabkan turunnya Biaya Pokok Penyediaan Listrik (BPP).