Risiko fiskal tahun 2016

9:05 AM | January 4, 2016 Macro View No Comments

Kementerian Keuangan merlis risiko keuangan negara tahun ini. Risiko fiskal didefinisikan sebagai segala sesuatu yang di masa mendatang dapat menimbulkan tekanan fiskal terhadap APBN. Sebelumnya risiko fiskal didefinisikan sebagai potensi tambahan defisit APBN yang disebabkan oleh sesuatu di luar kendali Pemerintah.

Perubahan definisi ini didasari atas kondisi bahwa risiko terhadap APBN tidak hanya berupa tambahan defisit yang hanya
terkait dengan pendapatan dan belanja negara, tetapi juga berupa adanya tekanan di sisi pembiayaan.

Pengungkapan risiko fiskal ditujukan untuk:

  1. Meningkatkan kesadaran seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) dalam pengelolaan kebijakan fiskal
  2. Meningkatkan keterbukaan (transparency) fiskal
  3. Meningkatkan tanggung jawab (accountability) fiskal
  4. Menciptakan kesinambungan fiskal (fiscal sustainability)

Kesadaran akan adanya risiko fiskal yang dapat membebani APBN dan pencapaian tujuan kebijakan
fiskal diharapkan dipahami oleh seluruh elemen bangsa sehingga APBN yang sehat dan
berkesinambungan dapat terjaga kedepannya. Pada tahun 2016, sumber risiko fiskal dapat
diidentifikasi ke dalam tiga kelompok, yaitu:

1. Risiko deviasi anggaran pendapatan dan belanja negara
2. Risiko kewajiban kontinjen Pemerintah Pusat;
3. Risiko fiskal tertentu

Publikasi Pengungkapan Risiko Fiskal-publish.pdf