BTN targetkan RoE dikisaran 17-1%, Nirwana Development siapkan Capex Rp1 triliun

10:02 AM | December 30, 2015 BERITA No Comments
  • Ringkasan media hari ini
  • Pemerintah akan menetapkan kembali asumsi makroekonomi yang sama untuk RAPBN-P 2016. Anggaran tersebut akan fokus pada pendapatannya, yang akan diajukan ke DPR pada 1Q16. Beberapa asumsi kunci pada APBN 2016 adalah: pertumbuhan ekonomi 5,3%, inflasi 4,7%, nilai tukar Rp13.900/dolar AS, dan Indonesia Crude Price US$50/barrel. (Kontan)
  • Gubernnur DKI Jakarta Ahok melarang pencairan dana tunai dari Kartu Jakarta Pintar (KJP). Dia mengatakan saat ini ada sekitar 3% toko yang menyediakan jasa pencairan yang ilegal itu. Ahok juga menyatakan KJP dibolehkan untuk membeli Hijab dan fast food (untuk meningkatkan gizi). (Detik)
  • PT Nirvana Development Tbk (NIRO, Rp106) menyiapkan dana sekitar Rp800 miliar sampai Rp1 triliun untuk belanja modal (capex) 2016. Pada tahun ini, emiten properti tersebut telah telah membentuk usaha patungan (joint venture) bernama PT Nirvana Wastu Pratama dengan perusahaan investasi Walburg Pincus LLC. Porsi kepemilikan saham masing-masing sebesar 65% dan 35%. (Bisnis Indonesia)
  • PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG, Rp50) membidik perolehan dana sebesar US$96,25 juta atau sekitar Rp1,3 triliun dari pelepasan hak partisipasi di Blok, Mozambik, Afrika. Nilai divestasi itu dengan asumsi perseroan melepas 50% hak partisipasi dari kepemilikan perseroan di blok tersebut yang sebesar 75%. (Investor Daily)
  • PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN, Rp1.300, BUY, TP Rp1.500) menargetkan dapat membukukan return on equity (RoE) perseroan pada tahun depan di kisaran 17-19%. Tahun depan, BTN akan menargetkan dapat membukukan laba bersih tumbuh di atas 25% dari posisi laba akhir tahun ini yang diperkirakan akan berada dikisaran Rp1,8 triliun. (Investor Daily)
  • PT PP Properti Tbk (PPRO, Rp179) menggandeng PT Bank DKI untuk meningkatkan pemasaran produk unggulan yang dikembangkan oleh perseroan. Produk yang akan dibiayai melalui fasilitas kredit kepemilikan properti Bank DKI mencakup Grand Kamala Lagoon di Bekasi, Payon Amartha di Semarang, serta Grand Sungkono Lagoon di Surabya. (Investor Daily)