Sawit Sumbermas siapkan dana US$15 juta akuisisi kebun sawit, PT Pos sinergi dengan 4 BUMN

6:57 PM | December 29, 2015 BERITA No Comments
  • Ringkasan media hari ini
  • PT Fitch Ratings Indonesia menetapkan peringkat nasional jangka panjang A-(idn) untuk PT Sinar Mas Multifinance (SMMA, Rp5.050) dengan prospek stabil. Fitch juga menetapkan peringkat yang sama untuk obligasi perseroan senilai Rp500 miliar yang jatuh tempo pada 10 April 2018. (Riset Fitch) PT Bank Capital Indonesia Tbk (BACA, Rp194) berniat menerbitkan obligasi subordinasi II/2015 senilai Rp250 miliar. Rencana penerbitan tersebut mendapatkan peringkat idBBB- dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dengan prospek stabil. Peringkat itu dua tingkat lebih rendah daripada peringkat utang perusahaan di idBBB+ karena risiko obligasi itu yang dapat dihapusbukukan atau dikonversi menjadi saham. (Riset Pefindo)
  • PT Bursa Efek Indonesia memasukkan aktivitas saham produsen ban PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA, Rp390) ke dalam kategori tidak biasa (unusual market activity/UMA). Saat ini, otoritas bursa sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham tersebut. (Rilis IDX)
  • PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS, Rp1.700) berencana melakukan penambahan pabrik baru menyusul akuisisi terhadap dua perusahaan perkebunan sawit pada kuartal keempat ini. Selain itu, SSMS juga mencaplok seluruh saham PT Mirza Pratama Putra pada Desember. Untuk akusisi tersebut, SSMS mengeluarkan dana investasi US$15 juta. Mirza Pratama Putra yang beroperasi di Nanga Bulik (Kalteng) tersebut memiliki 6.000ha lahan dengan 1.450ha inti tertanam. SSMS memiliki enam pabrik kelapa sawit saat ini. Total kapasitasnya adalah 2,2 juta ton TBS per tahun. (Kontan.co.id)
  • Sektor kelistrikan mendominasi rencana investasi yang masuk ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sepanjang tahun 2015. Pengajuan izin prinsip di sektor listrik, gas, dan air periode 1 Januari-28 Desember 2015 tercatat Rp707,37 triliun, 37,51% dari total rencana investasi yang masuk sepanjang periode tersebut Rp1.886 triliun. Jika dibandingkan dengan 2014, rencana investasi sektor kelistrikan ini mengalami kenaikan sebesar 238%. (Kontan.co.id)
  • Serapan anggaran Kementerian ESDM hingga akhir 2015 mencapai 62,9% dari total anggaran sebesar Rp15,1 triliun. Serapan tersebut merupakan sebuah capaian sekaligus lompatan, sebab sebelumnya serapan anggaran KESDM tidak lebih dari 50%. (Detik.com)
  • PT Pos Indonesia melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama sinergitas dengan lima perusahaan BUMN. Penandatanganan kerjasama yang dilakukan PT Pos Indonesia itu yakni dengan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI, Rp9.125), PT Bio Farma, PT Kimia Farma Tbk (KAEF, Rp875), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM, Rp3.095, BUY, TP Rp3.225), dan PT Pertamina. (Okezone.com)