BPS: inflasi Desember mungkin 0.5%, Kalbe genjot kapasitas 30%, PTPP targetkan laba bersih naik 20%

10:27 AM | December 28, 2015 BERITA No Comments
  • Ringkasan media terbit 28 Desember 2015
  • Menkeu Bambang Brodjonegoro menyatakan hasil pungutan pajak (berisi pajak pendapatan, pajak pertambahan nilai, pajak bumi dan bangunan, dan pajak lain) telah melampaui Rp1.000 triluin per 25 Desember 2015. Capaian itu sekitar 77,3% dari target FY2015 target dan 1,8% lebih tinggi daripada realisasi FY2014.
  • Pendapatan pungutan pajak diprediksi mencapai 85% dari target (Rp1.098 triliun) pada akhir tahun dengan tambahan pendapatan dari program revaluasi aset, kebijakan reinvestasi, dan pendekatan pada 50 wajib pajak utama. Sementara itu, defisit fiskal diprediksi 2,7% GDP tahun ini. (Investor Daily)
  • Badan Pusat Statistik memprediksi inflasi 0,5% MoM pada Desember 2015. Penyebab utama adalah kenaikan harga makanan (daging ayam, telur, sapi, cabai, dan bawang) dan perayaan Natal dengan dampaknya pada tarif transportasi. (Koran Tempo)
  • Note Mandiri Sekuritas: Prediksi itu sejalan dengan estimasi Bank Indonesia yang diumumkan awal bulan ini. Observasi kami pada harga makanan menunjukkan kenaikan harga dari komoditas utama itu, ditambah faktor beras. Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index) naik menjadi 0,5% MoM pada Desember 2015 menunjukkan inflasi tahunan dapat turun menjadi 2,9% YoY dari 4,9% YoY pada November 2015.
  • Musim panen 2016 dapat tertunda hingga 2 bulan menjadi April-Mei; dari biasanya pada Maret. Penyebab utamanya adalah periode penanaman yang tertunda karena kekeringan yang terjadi pada 2H15. (Koran Tempo)
  • PT Kalbe Farma Tbk (KLBF, Rp1.250, NEUTRAL, TP Rp1.500) menaikkan kapasitas produksi sebesar 30%-50% pada FY16, melalui investasi belanja modal (capex) menjadi Rp1 triliun–Rp1,5 triliun. Kenaikan kapasitas akan dilakukan pada produksi tablet, produk suntik, dan produk cair. Alokasi capex akan disalurkan untuk 1.) 50% untuk pabrik Biosimilar dan produk farmasi lain, 2.) 35% untuk produk barang konsumsi dan OTC, dan 3.) 15% untuk distribusi. (Bisnis Indonesia)
  • PT Krakatau Steel Tbk (KRAS, Rp289) akan memulai pabrik hot strip mill (HSM) II senilai US$405,9 juta pada Januari 2016. Target tersebut mundur dari rencana semula pada kuartal IV tahun ini. HSM II yang berkapasitas 1,5 juta ton per tahun tersebut dibangun di lahan seluas 48 hektare (ha) di kawasan industri milik perseroan, Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC). (Investor Daily)
  • PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP, Rp3.715, BUY, TP Rp4.200) memproyeksikan pendapatan dan laba bersih 2016 tumbuh di atas 20%. Kinerja perseroan tahun depan akan terdongkrak oleh berjalannya sejumlah proyek infrastruktur. Tahun ini perseroan akan mendapatkan kontrak EPC dari proyek-proyek pembangkit listrik senilai Rp4 triliun. (Investor Daily)
  • PT Junggleland Asia menargetkan dapat mengantongi dana sebesar Rp300 miliar melalui penawaran umum perdana saham. Perseroan belum menginformasikan pihak yang menjadi penjamin emisi dalam pelaksanaan IPO tersebut. Meskipun begitu, perseroan diduga akan melepas sekitar 15%-20% sahamnya ke publik. (Bisnis Indonesia)
  • Sekitar Rp3 triliun kepemilikan obligasi ritel seri ORI012 telah berpindah dari investor ritel kepada investor institusi. Penjualan ORI012, mendulang dana Rp27,44 triliun dari 45.298 investor. instrumen investasi yang diarahkan untuk investor ritel itu mengandung kupon 9% dengan tenor tiga tahun. (Bisnis Indonesia)
  • Perusahaan kemasan PT Dwi Aneka Jaya Kemasindo Tbk (DAJK, Rp170) melalui anak usahanya PT DAJK Distribusi Indonesia berencana memperluas pasar kemasan hingga luar negeri. Perusahaan ini berencana melempar produk kemasan ke negara-negara di belahan Asia Pasifik serta Afrika. Saat ini peseroan tengah menyiapkan sistem kerja dari anak perusahaan tersebut. (Kontan)