Penurunan harga BBM perkuat potensi BI rate turun Q1 2016

10:21 AM | December 28, 2015 Macro View No Comments

Leo Rinaldy/ Ekonom, Riset Mandiri Sekuritas

Jumat pekan lalu, pemerintah memutuskan untuk menurunkan harga premium dan solar masing-masing menjadi Rp7.150/liter (-3,4%) dan Rp5.950/liter (-11,2%) dari sebelumnya Rp7.300/liter dan Rp6.700/liter. Harga baru itu akan efektif pada 5 Januari 2016 dan akan dievaluasi setiap 3 bulanan.

Di samping mempertimbangkan harga keekonomian (berdasarkan harga minyak mentah Indonesia, nilai tukar, dan beban distribusi) harga baru BBM itu juga memasukkan faktor premi deplesi.

Pungutan tersebut akan ditarik pemerintah untuk dana ketahanan energi (DKE). Pemerintah akan mengambil masing-masing sebesar Rp200/liter dan Rp300/liter untuk setiap penjualan premium dan solar ritel; karena itu, penghitungan harga keekonomian premium dan solar yang resmi adalah Rp6.950/liter dan Rp5.650/liter.

Berdasarkan PP no.79/2014, yang merupakan aturan implementasi dari Undang-undang no. 30/2007 tentang Energi, dana itu akan digunakan untuk pengembangkan aktivias eksplorasi migas, energi terbarukan, serta riset dan pengembangan (R&D) ke depannya.

Karena mekanisme itu baru dan akan dimasukkan ke dalam APBN tahun depan, kami meyakini hitungan itu akan dimasukkan ke R-APBN-P pada 1Q16.

Penurunan harga masih lebih kecil daripada ekspektasi kami. Berdasarkan hitungan kami, harga keekonomian premium sekitar Rp6.300/liter–Rp6.400/liter dengan asumsi harga minyak mentah dan rupiah masing-masing sebesar US$40/bbl dan Rp14.000/dolar AS.

Karena itu, karena harga BBM dievaluasi setiap 3 bulanan, kami menilai pemerintah akan melakukan penurunan harga secara bertahap mengingat harga minyak saat ini masih stabil.

Kami menghitung bahwa penurunan harga BBM dapat menurunkan inflasi sebesar 0,1ppt–0,2ppt pada awal 2016 dan inflasi year-on-year dapat mencapai 4,2% yoy pada Januari 2016.

Secara keseluruhan, kami meyakini penurunan harga BBM itu akan memberikan ruang lebih besar untuk penurunan BI rate sepanjang 1Q16 jika rupiah tetap stabil pada periode itu. Kami masih tetap memprediksi adanya penurunan BI rate sebesar 50bps menjadi 7% sepanjang 1Q16.