Ringkasan berita pagi Rabu, 16/12/2015

9:21 AM | December 16, 2015 BERITA No Comments
  • Bank Indonesia melakukan kerja sama currency swap bilateral dengan Reserve Bank of Australia. Kerja sama itu bernilai sebesar A$10 miliar (US$7,2 miliar, Rp100 triliun). Kontrak itu berlaku 3 tahun mulai 15 Desember 2015 dan dapat diperpanjang. (Bank Indonesia)

Note: Bank Indonesia juga memiliki kontrak currency swap bilateral dengan Jepang, China, dan Korsel bernilai total sekitar US$48 miliar.

  • Gubernur DKI Jakarta Ahok mengatakan sebanyak 3% Kartu Jakarta Pintar tidak digunakan sesuai aturan. Persentase tersebut turun dalam jumlah besar sejak pengenalan kebijakan KJP non tunai. Dia juga mengatakan tidak akan menghentikan program KJP, karena masih banyak anak-anak berumur 12 tahun – 15 tahun di Jakarta yang drop out dari sekolah karena masalah keuangan. (Investor Daily)
  • PT XL Axiata Tbk (EXCL, Rp3.900, BUY, TP Rp4.000) mengkaji rights issue senilai US$500 juta pada FY2016 dan dapat dilakukan paling cepat pada 1H2016. Penerbitan saham itu akan menguatkan neraca EXCL yang saat ini masih tinggi tingkat utangnya (Rp25,7 triliun/US$1,8 miliar per 9M2015) dengan meningkatkan basis sahamnya dan melunasi sebagian utang. (Bloomberg)
  • PT Aneka Tambang Tbk (ANTM, Rp289) menetapkan Chinalco sebagai partner pada proyek Smelter Grade Alumina (SGA). ANTM dan Inalum telah menandatangani MoU pekan lalu dengan Chinalco (perusahaan aluminium berbasis di China). Kerja sama tersebut penting untuk pengembangan industri hilir nikel. Nantinya, MoU akan diikuti dengan pembentukan anak usaha patungan (JV). (Bisnis Indonesia)
  • Tiga asosiasi menolah rencana pengenaan cukai untuk soft drink. Ketiga asosiasi tersebut adalah Apindo, Gapmmi, dan Asrim. Pengenaan cukai berencana dilakukan pada minuman berkarbonasi dan minuman berpemanis.

Menurut asosiasi itu, rencana pengenaan cukai akan kontra produktif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan perkembangan industri minuman Indonesia. Ketiganya juga berpendapat rencana itu dapat menurunkan nilai kompetitif Indonesia dibandingkan dengan negara pesaing. (Investor Daily)

  • PT Pakuwon Jati Tbk (PWON, Rp426, BUY, TP Rp620) mengalokasikan belanja modal (capex) 2016 sebesar Rp2,1 triliun. Dana itu terutama dialokasikan untuk pengembangan proyek yang sedang berjalan dan akuisisi lahan.

Sumber pendanaan adalah kas internal dan utang bank. Sementara itu, mayoritas marketing sales FY2016 akan berasal dari rumah tapak (70%) dan sisanya dari proyek gedung (30%). (Kontan)

  • Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan semester I tahun depan akan mengeluarkan kebijakan soal perubahan fraksi harga. Rencananya OJK akan mengembalikan aturan fraksi harga saham menjadi lima kelompok harga saham, dari aturan saat ini yang hanya tiga kelompok harga. (Kontan)
  • Pemerintah menyatakan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar berpotensi turun mulai 1 Januari nanti. Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto menuturkan, pihaknya masih menunggu keputusan pemerintah. Pada 10 Desember lalu, Pertamina baru saja menurunkan harga BBM nonsubsidi sebesar Rp100 per liter. (Investor Daily)
  • PT Sinarmas Multiartha Tbk (SMMA, Rp5.050) mulai mengeksekusi secara bertahap penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebiih dahulu (non-HMETD) yang senilai total Rp3,12 triliun. Tahap pertama, perseroan menerbitkan sebanyak 119,85 juta saham baru dari target sebanyak 623,78 juta (10%) saham. (Investor Daily)
  • PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN, Rp305, BUY, TP Rp420) menyiapkan setidaknya tiga proyek untuk tahun depan. Sebagian proyek tersebut merupakan kelanjutan dari proyek yang tengah dikerjakan saat ini. Dari sisi marketing sales, perseroan mengincar Rp6,5 triliun sepanjang tahun ini. (Bisnis Indonesia)

Sumber : Mandiri Sekuritas