Total emisi baru tahun ini capai Rp115,35 triliun, naik 19,36%

9:29 PM | December 11, 2015 BERITA No Comments

Perolehan dana dari aksi korporasi perusahaan di pasar modal di sepanjang tahun ini telah melampaui pencapaian di sepanjang tahun lalu. Dari awal 2015 sampai dengan akhir pekan ini total dana yang didapatkan dari aksi korporasi di pasar modal seperti pencatatan saham perdana (initial public offering/IPO), penerbitan saham baru (rights issue), penerbitan waran, maupun dari penerbitan obligasi dan sukuk korporasi telah mencapai Rp115,35 triliun atau meningkat 19,36% jika dibandingkan dengan tahun lalu yang berjumlah Rp96,64 triliun.

Perolehan dana perusahaan dari aksi korporasi IPO di 2015 telah mencapai Rp9,10 triliun atau hampir menyamai tahun lalu dengan nilai Rp9,12 triliun. Untuk aksi korporasi rights issue telah mencapai Rp Rp45,85 triliun di 2015 atau naik 16,90% jika dibandingkan di tahun lalu yang mencapai Rp39,22 triliun.

Raihan dana 36 perusahaan dari penerbitan 48 emisi obligasi dan sukuk korporasi di pasar modal di tahun ini telah mencapai Rp59,62 triliun atau meningkat 27,28% jika dibandingkan dengan 49 emisi obligasi dan sukuk korporasi yang diterbitkan oleh 36 emiten senilai Rp46,84 triliun di sepanjang 2014. Hanya penerbitan waran saja yang lebih rendah di tahun ini dengan nilai Rp780 miliar jika dibandingkan dengan penerbitan waran di 2014 senilai Rp1,46 triliun.

Sepanjang pekan ini, surat utang korporasi yang mulai dicatatkan dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah Obligasi dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Indosat Tahap III Tahun 2015 PT Indosat Tbk yang dicatatkan dengan nilai nominal Rp900 miliar.

Dengan pencatatan ini maka total emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 277 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp249,65 Triliun dan USD100 juta, diterbitkan oleh 102 Emiten. Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 92 seri dengan nilai nominal Rp1.417,99 Triliun dan USD1.040 juta dan 6 EBA senilai Rp2,46 Triliun.

Delapan Emiten Sepekan
Dari sisi emiten baru, di sepanjang pekan ini empat emiten sekaligus mencatatkan saham perdananya di BEI. Keempat perusahaan tersebut adalah, PT Dua Putra Utama Makmur Tbk yang mencatatkan saham perdananya pada 8 Desember 2015, disusul oleh PT Ateliers Mecaniques D’Indonesie Tbk dan saham PT Indonesia Pondasi Raya Tbk pada 10 Desember 2015, dan saham PT Kino Indonesia Tbk yang dicatatkan pada 11 Desember 2015.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di sepanjang pekan ini mayoritas bergerak dalam teritori negatif. Di akhir pekan, IHSG ditutup turun 1,63% ke level 4.393,522 dibandingkan penutupan di hari sebelumnya, secara mingguan, pergerakan IHSG di periode 7 Desember 2015 hingga 11 Desember 2015 mengalami pelemahan sebesar 2,55% dibandingkan penutupan di pekan sebelumnya yang berada di level 4.508,452 poin.

Rata-rata nilai transaksi harian di Bursa Efek Indonesia (BEI) turun 12,79% menjadi Rp5,22 triliun dari Rp5,99 triliun pada sepekan sebelumnya. Rata-rata volume transaksi harian mengalami penurunan 9,08% dan rata-rata frekuensi harian bertambah 0,02%. Di sisi lain, investor asing mencatatkan jual bersih di pasar saham dalam lima hari terakhir dengan nilai Rp704 miliar, dan secara tahunan, aliran dana investor asing di pasar saham masih tercatat net sell Rp22,71 triliun.

Beberapa kegiatan pasar modal dilangsungkan di sepanjang pekan ini, seperti pembukaan perdagangan BEI oleh Chairman of Indosurya Group Surya Effendy bersama jajaran manajemen PT Asjaya Indosurya Securities pada 7 Desember 2015. Di tanggal yang sama, BEI juga menyelenggarakan Economic And Capital Market Outlook 2016 di Assembly Hall, Plaza Bapindo dengan pembicara Direktur Grup Riset Ekonomi Bank Indonesia Yoga Affandi, dan Direktur dan Kepala Riset Ekuitas Citigroup Securities Indonesia Ferry Wong.

Masih di tanggal 7 Desember 2015, BEI meresmikan dua Galeri Investasi BEI sekaligus. Peresmian Galeri Investasi BEI di Universitas Bakrie yang merupakan kerja sama antara Universitas Bakrie, BEI dan PT OSO Securities; dan peresmian Galeri Investasi Syariah BEI di Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia yang merupakan kerja sama antara Universitas Islam Indonesia, BEI dan PT Phintraco Securities. Pendirian Galeri Investasi BEI bertujuan untuk pemasyarakatan dan edukasi pasar modal di lingkungan akademisi dan masyarakat sekitar. Saat ini telah terdapat 153 Galeri Investasi BEI di Seluruh Indonesia.

Pada 10 Desember 2015, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerja sama dengan BEI, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), didukung oleh Panin Sekuritas menyelenggarakan acara Business Meeting 2015 dengan tema “Maju dan Berkembang bersama Go Public” di Medan.

Press Release Mingguan 7-11 Desember 2015.doc