Pertumbuhan semen melambat di November, ada risiko akan berlanjut ~ Mandiri Sekuritas

10:59 AM | December 11, 2015 Sektoral No Comments

Flat cement sales in November.

Setelah data yang menguat pada Oktober, penjualan semen tumbuh melambat pada November yaitu sebesar 4,7% YoY menjadi 6,1 juta ton. Jika kami mengecualikan data pelaku industri baru, penjualan semen hanya tumbuh 1,1% YoY menjadi 5,9 juta ton.

Bulk sales still posted good growth, but Dec sales could be very weak.

Pada November, penjualan dalam jumlah besar (bulk sales) nasional dibukukan 1,4 juta ton, naik secara moderat 6,1% YoY. Penjualan bulk pada September dan Oktober ternyata lebih besar, yaitu masing-masing sebesar 12,3% dan 24,8%, yang kemungkinan karena adanya persiapan Pilkada 9 Desember.

Penjualan Desember dapat lebih lemah lagi jika pemenang Pilkada adalah penantang (bukan petahana) yang butuh waktu untuk belajar membelanjakan anggaran.

ASP stabilizes in November.

Berdasarkan data PT Semen Indonesia Tbk (SMGR, Rp11.200, NEUTRAL, TP Rp12.100), rerata harga jual (ASP) November flat berdasarkan hitungan MoM yaitu Rp838.000/ton, yang mengindikasikan harga mulai stabil pada 4Q2015.

Maintain underweight.

Saat ini kami masih UNDERWEIGHT pada sektor semen karena kami khawatir pada kondisi oversupply. Kami menilai pertumbuhan semen perlu di atas 10% CAGR sehingga pasar sektor itu cukup positif.

Ada risiko bahwa sektor itu dapat berlanjut underperform, karena pelaku pasar khawatir pada potensi penambahan kapasitas baru yang akan mulai terjadi pada FY2016 (Siam Cement dan Wilmar). (Liliana S Bambang/Riset Mandiri Sekuritas)