CIMB rekomendasi beli Malindo Feedmill dengan TP Rp1.600, pendapatan akan rebound 2016

9:30 AM | December 11, 2015 Fundamental Tags: No Comments

MAIN (PT Malindo Feedmill Tbk) By CIMB Sekuritas
PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) – ADD Tgt IDR 1.600:

Perseroan telah sukses menggelar right issue sehingga menghasilkan dana RP 537 miliar dimana dana ini akan digunakan oleh perseroan untuk membayar hutang jangka pendek dan hutang valas, right issue ini juga berhasil membuat Dragon Amity sebagai pemegang kendali menaikan jumlah saham dari 51.6% menjadi 57.1% sedangkan saham publik menurun dari 48.4% menjadi 42.9%.

Perseroan menargetkan untuk dapat menurunkan rasio net gearing dari 197% pada Q3 menjadi 71-81% yang menjadikan gearing sejajar dengan perusahaan lain dalam industri yang sama. Dana Rp 537 miliar akan digunakan untuk membayar hutang kepada Bank BCA sebesar 245 miliar (50-75%) sedangkan sisanya membayar kepada Bank CIMB Niaga sekitar 25-50%. Pada akhir Q3 2015 total utang perseroan mencapai 2.2 triliun.

CIMB melakukan penyesuaian dengan menurunkan proyeksi EPS sebesar 30-66% hal ini dilakukan karena sekitar 20% EPS perseroan mengalami delusi akbiat hasil right issue dan juga pendapatan pada tahun depan, dimana tahun 2016 perseroan menargetkan untuk mendapat profit RP 100-150 Miliar. Disisi lain harga DOC diperkirakan akan mengalami kenaikan pada tahun depan mengingat pada bulan Oktober/November tahun ini harga DOC masih Rp 3.921/ ekor tetapi pada bulan Desember naik menjadi Rp 5.500/ ekor.

Dengan rendahnya rata-rata belanja modal perusahaan ternak pada tahun ini sehingga mampu membuat DOC naik dan menambah pendapatan perseroan, selain itu rupiah yang melemah terhadap USD semakin menekan laba perusahaan tetapi naiknya harga jagung dan kedelai dapat menambah pendapatan perusahaan sehingga mengurangi kerugian dari forex. CIMB yakin tingkat konsumsi masyarakat akan pulih pada pertengahan tahun 2016 dan hal ini akan menguntungkan perseroan dengan asumsi

  1. Ayam merupakan sumber protein hewani yang paling murah, dibanding Sapi atau Ikan.
  2. Harga daging sapi akan semakin tinggi karena pemerintah memberikan batasan quota impor.
  3. Konsumsi ayam per capita di Indonesia masih rendah bila dibandingkan dengan negara Emerging Market lain.

Katalis negatif yang dapat terjadi adalah pemerintah membatasi harga untuk penjualan DOC, bila hal ini terjadi maka perseroan yang memiliki total revenue 22% dari DOC akan mengalami penurunan pendapatan.

CIMB memproyeksikan harga MAIN akan mencapai Rp 1.600 (WACC: 11.1% dan LTG 5%) dalam 12 bulan kedepan, dengan katalis positif pendapatan perusahaan akan mulai rebound